Dua Mucikari Kasus Prostitusi Online Artis Minta Pendampingan
Pengacara MAZ dan MN, Ahmad Handoko, saat memberikan keterangan, Selasa (4/8/2020). Foto: Oscar/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Bandar Lampung masih melengkapi berkas dua tersangka mucikari artis VS, yakni MAZ dan MN.
Namun, kedua mucikari tersebut meminta kepada pihak kepolisian untuk didampingi penasehat hukum dalam kasus tersebut. Hal itu diketahui setelah Pengacara dua muncikari, Ahmad Handoko menemui penyidik PPA. "Kami dihubungi mereka (tersangka) untuk diminta mendampingi perkaranya," kata Handoko, Selasa (4/8/2020).
Dikatakan Handoko, dirinya sudah berkoordinasi bersama dua kliennya termasuk ke penyidik PPA. "Kita sudah bicara terkait perkara baik dengan klien maupun penyidik. Pihak dari Polresta juga menyambut kami dengan baik,” ujarnya.
Saat ini langkah yang akan dilakukan adalah dengan menelaah hasil penyidikan dan alasan penyidik menetapkan kliennya sebagai tersangka.
"Berdasarkan keterangan klien kami bahwa sebenarnya artis VS ini sendiri sudah mengetahui tujuannya seperti entertainment atau BO. Tapi semua masih misteri, siapa tamu nya dan siapa yang memfasilitasi. Biar penyidik yang akan menyampaikan karena saat ini masih proses,” bebernya.
Untuk diketahui, tersangka MAZ dan MN diamankan di salah satu kamar di Hotel Novotel pada Rabu (29/7/2020) malam. Dari dalam kamar tersebut, juga diamankan seorang artis bernama Vernita Syabila. Namun, artis Vernita hanya dijadikan saksi. (*)
Berita Lainnya
-
Keren! Mahasiswa Teknokrat Kembangkan Buku 3 Bahasa Bersama Balai Bahasa Lampung
Selasa, 12 Mei 2026 -
Janji Tawuran Lewat Instagram Berujung Maut, Pemuda di Bandar Lampung Tewas Disabet Parang
Selasa, 12 Mei 2026 -
Mahasiswa Terbaik Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia Ciptakan Sistem Hybrid Wind-Solar untuk Lampu Peringatan Gerbang Tol ITERA Kota Baru
Selasa, 12 Mei 2026 -
Remaja di Bandar Lampung Jual Dua ABG ke Spa Plus-Plus di Surabaya
Selasa, 12 Mei 2026








