Warga Keluhkan Kondisi Jalan Ryacudu yang Berdebu
Kondisi di sepanjang jalan Ryacudu yang tampak berdebu. Foto: Imanuel/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Warga di sepanjang jalan Ryacudu keluhkan kondisi jalan yang berdebu, dikhawatirkan hal tersebut dapat mengganggu kesehatan bagi warga.
Berdasarkan pantauan Kupastuntas.co, jalan yang merupakan salah satu jalan utama menuju gerbang tol Kotabaru itu, saat ini dalam kondisi yang berkrikil dan berpasir.
Adi (27) salah satu warga perumahan Wayhui yang setiap hari melewati jalan Ryacudu mengeluhkan hal tersebut, pasalnya ketika ia melewati jalan Ryacudu selalu disambut banyaknya debu yang mengganggu pandangan saat berkendara bahkan mengganggu pernafasan.
"Debunya udah kaya kabut, sangat mengganggu ini, terutama warga yang tinggal dipinggir jalan," jelasnya pada Jumat (17/7/2020).
Hal serupa pun disampaikan salah satu penjual makanan dipinggir jalan Ryacudu yang biasa dipanggil Pak de, menjelaskan bahwa kendaraan besar yang lewat menuju gerbang tol Kotabaru sangat berpengaruh dengan banyaknya debu dijalan yang berkrikil dan pasir tersebut.
"Waktu truk lewat pasti debunya langsung banyak, keganggu jadinya, paling saya siram sedikit-sedikit jalan yang didepan saya," katanya.
Dia berharap supaya pemerintah dapat memperhatikan debu dijalan utama menuju gerbang tol Kotabaru ini, karena warga juga sangat mengkhawatirkan terjadinya penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA).
"Kami harap supaya cepat lah ada solusinya dari pemerintah, takutnya kami jadi sakit karena tiap hari menghirup debu," pintanya. (*)
Berita Lainnya
-
Ribuan Pelanggan PLN Lampung Manfaatkan Diskon Tambah Daya 50 Persen, Aktivitas di Rumah Makin Nyaman dan Lancar
Kamis, 14 Mei 2026 -
Mahasiswa Terbaik Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia Terapkan PLTS untuk Pertanian Hidroponik Berkelanjutan di Lampung
Kamis, 14 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Bantah Arinal Terlibat Korupsi Dana PI 10 Persen: Sepeser Pun Tidak Pernah Menerima Uang
Rabu, 13 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Sebut Kasus Dana PI 10 Persen Janggal, Ana Sofa Yuking: Kerugian Negara Saja Tidak Ada
Rabu, 13 Mei 2026








