Begini Strategi Lampung Hadapi Serangan Kedua Covid-19
Juru bicara gugus tugas Covid-19 yang juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, saat memberikan keterangan, Rabu (8/7/2020). Foto: Doc/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Juru bicara gugus tugas Covid-19 Lampung yang juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, mengaku jika pihaknya sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi serangan kedua Covid-19.
"Pertama, meningkatkan kapasitas untuk mendeteksi atau 'capacity to detect' yaitu dengan melakukan perluasan kontak dan tracing. Kedua, meningkatkan pencegahan yaitu 'capacity to prevent' dengan memperkuat protokol kesehatan dan pengawasan ketat di pintu-pintu masuk yang ada di Provinsi Lampung dan ketiga, meningkatkan kapasitas untuk merespon atau 'capacity to respond'," kata Reihana, saat memberikan keterangan, Rabu (8/7/2020).
"Dimana kapasitas para surveilans dan kapasitas dari pada fasilitas pelayanan kesehatan harus kita siapkan dengan baik," lanjutnya.
Saat ini Provinsi Lampung mempunyai 21 petugas surveilance dan mempunyai 30 rumah sakit rujukan Covid-19 yang tersebar di 15 Kabupaten/Kota.
Sedangkan berdasarkan peta sebaran rumah sakit rujukan Covid-19 di Provinsi Lampung terdapat 5.125 orang tenaga medis yang menangani pasien Covid-19, diantaranya terdiri dari Dokter Umum sebanyak 484 orang, Spesialis anak 59 orang, Spesialis penyakit dalam 91 orang, Spesialis radiologi 68 orang, Spesialis paru 20 orang, Patologi klinik 30 orang, Perawat 3.808 orang, S1 + D3 Analis Kesehatan 301 orang, Radiografer 146 orang, Kesling 93 orang dan pemulasaran jenazah 25 orang. (*)
Berita Lainnya
-
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dukung Karya Inovatif Mahasiswa dalam Academic Expo 2026 Bertema Think Beyond: Innovate For Impact
Kamis, 22 Januari 2026 -
Pilkada Tidak Langsung Dinilai Persempit Politik Transaksional
Kamis, 22 Januari 2026 -
Wacana Pilkada Dipilih DPRD, Akademisi: Jabatan Jangan Dipandang Sebagai Komoditas Bisnis
Kamis, 22 Januari 2026 -
DPRD Lampung Desak Penindakan Rokok dan Pakaian Ilegal dari Hulu ke Hilir
Kamis, 22 Januari 2026









