Kasus Covid-19 di Lampung Didominasi Hasil Tracing
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana dan Direktur Utama Kupas Tuntas Donald Harris Sihotang saat diskusi dalam program Kupas Podcast yang berlangsung di Studio Podcast Kupas Tuntas, Jumat (26/6/2020). Foto: Erik/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Lampung belakangan ini, lebih didominasi dari hasil tracing terhadap orang yang pernah memiliki kontak dengan pasien positif Covid-19.
Hal itu
disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana saat menjadi
narasumber dalam program Kupas Podcast yang berlangsung di Studio Podcast
Kupas Tuntas, Jumat (26/6/2020), dengan dipandu langsung oleh Direktur Utama
Kupas Tuntas Donald Harris Sihotang.
Dalam diskusinya
itu, Reihana menyatakan, diperolehnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19
mengartikan bahwa para tenaga medis terus bekerja keras dalam mencari sebaran
Covid-19.
“Kita
menemukan positif nambah Itu hasil tracing, berarti kita bekerja, mencari,
bukan kita menunggu, dapat satu positif cari lagi, si ini positif cari lagi.
Walaupun kita belum lakukan rapid test massal, namun melihat cara tracing kita
seperti itu, itu sudah terwakili sebenarnya,” ungkap Reihana.
Reihana mengklaim,
penyebaran pandemi Covid-19 di Provinsi Lampung sudah bisa dikendalikan, yang
dibuktikan dengan angka reproduksi efektif (Rt) Provinsi Lampung kini dibawah 1.
“Terlihat kasus
positif sejak beberapa minggu ini kadang dua hari ini nihil, lalu ada satu
sampai dua, lalu seperti hari ini nihil lagi, cuma yang sembuh saja adanya. Hari
ini angka kesembuhan yang tadinya hanya 70 persen, sekarang meningkat menjadi 73
persen. Semoga yang dirumah sakit cepat sehat,” ucapnya.
Dengan
begitu ia berterima kasih kepada seluruh masyarakat dimana sudah mulai patuh
terhadap protokol kesehatan. Dia menegaskan, protokol kesehatan merupakan harga
mati dan harus konsisten diterapkan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.
“Jangan lupa
kita terus jaga stamina tubuh dengan olahraga, dan berjemur untuk meningkatkan
stamina termasuk PHBS (pola hidup bersih dan sehat). Kita bisa mengendalikan
pandemi berarti sosialisasi kita didengar oleh masyarakat,” kata dia.
“Kita kerja
gotong royong, bukan kerja dari Dinas Kesehatan saja. Kalau pemerintahnya bekerja
dengan setengah mati tapi kalau masyarakatnya tidak mau (menerapkan protokol
kesehatan) ya nggak akan berhasil menekan pandemi ini,” imbuhnya. (*)
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Terbaik Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia Terapkan PLTS untuk Pertanian Hidroponik Berkelanjutan di Lampung
Kamis, 14 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Bantah Arinal Terlibat Korupsi Dana PI 10 Persen: Sepeser Pun Tidak Pernah Menerima Uang
Rabu, 13 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Sebut Kasus Dana PI 10 Persen Janggal, Ana Sofa Yuking: Kerugian Negara Saja Tidak Ada
Rabu, 13 Mei 2026 -
Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook Rp2,1 Triliun
Rabu, 13 Mei 2026








