• Rabu, 12 Agustus 2020

Aneh, Dua Dinas di Tubaba Ini Sama-sama Anggarkan Kegiatan Seni dan Budaya

Rabu, 24 Juni 2020 - 11.14 WIB
335

Tulangbawang Barat - Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) pada tahun 2019 lalu rupanya telah menggelontorkan dana segar miliaran rupiah untuk kegiatan Seni dan Budaya. Namun rupanya ada indikasi penyimpangan dalam serapan dana yang ditenggarai hanya untuk menyalurkan Hobby itu.

Pasalnya, dari berbagai informasi yang diperoleh bahwa dana untuk seni dan budaya itu terserap hanya untuk dua lembaga saja, yaitu Dewan Kesenian Tubaba yang merupakan milik Wakil Bupati Tubaba Fauzi Hasan, kemudian Studio Khanafi yang kabarnya atas arahan Bupati Tubaba Hi Umar Ahmad.

"Kalau kegiatan Disparbudpora tahun Tubaba 2018 lalu sudah 99 persen terlaksana semua. Kalau kegiatan yang kita laksanakan cuma sedikit, di Bidang Pariwisata itu Festival Krakatau,"ungkap Suardi Sekretaris Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tubaba belum lama ini.

"Bidang Pemuda dan Olahraga itu Paskibra dan Temu Wicara pemuda, Bidang Kebudayaan itu HUT Tubaba, yang lain Dewan Kesenian yaitu Purnama Tugu Rato, selebihnya diberikan kepada Semi dari Studio Khanafi," lanjutnya.

Suardi mengaku pihaknya juga menggelontorkan dana tersebut untuk Dewan Kesenian dan Studio Khanafi demi loyalitas terhadap pimpinan.

"Kegiatan- kegiatan di Islamik Center, menopang Kegiatan MTQ. Anggaran yang dii Disdik mungkin di gabung karena dana disini mungkin tidak cukup Semi (Studio Khanafi) pendekatan juga ke Dinas Pendidikan, sehingga anggaran untuk Kesenian dan Kebudayaan itu untuk membackup Kegiatan MTQ tingkat Provinsi itu,"ujarnya.

"Kalau Disparbudpora Tubaba ya Kegiatan ya hanya itu. Ya kalau dibilang babak belur ya babak belur lah Dispora dengan adanya itu, tapi ya itukan kegiatan bapak (Bupati) juga sehingga kita harus membantu,"ucap Suardi.

Hal ini juga diakui Gustami, Kepala Disparbudpora Tubaba. Ia menerangkan bahwa, persoalan tersebut memang sudah hearing di DPRD Tubaba karena memang sempat disebut jika ada dana yang tidak singkron." Makanya kita pakai Studio Khanafi karena jika kita tidak memakai mereka (Studio Khanafi) maka kegiatan dari pusat ini tidak bisa dianggarkan, begitu yang disampaikan Pak Bupati,"ungkapnya diruang kerjanya, Selasa (23/6/2020).

"Mereka (Studio Khanafi) ini murah dan dilakukan ke anak-anak kita. Dari kegiatan kegiatan ini hasilnya dibawa ke Pusat diberikan kepada Tim Jokowi, dan semua daerah melaksanakan itu semua. Dana ini memang sudah di plot untuk mereka (Studio Khanafi). Kalau untuk Dewan Kesenian itu kan gabung dengan mereka, kalau anggaran untuk mereka itu gk bisa kita stop,"jelas Gustami.

Gustami menjelaskan, anggaran tersebut untuk mensupport kegiatan MTQ lantaran Tubaba tidak menganggarkan untuk tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Lampung." Sebenarnya mereka minta agar dana untuk Studio Khanafi ini sebesar 1,4 miliar tetapi saya sampaikan kepada Bupati bahwa ada beberapa kegiatan yang harus tercover selain MTQ tersebut,"ujarnya.

Sementara, Rozali, Kabid Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Disdik Tubaba membantah jika di bidangnya terdapat anggaran untuk Kegiatan Seni dan Budaya." Kalau bidang Kebudayaan nomenklaturnya baru tahun 2020 ini masuk ke bidang saya, mungkin tahun 2019 lalu di Bidang Dikdas,"ucapnya.

Terpisah, Semi Ikra Anggara dari Studio Khanafi menjelaskan, program kebudayaan sejak 2016 berada di Dispora bentuknya ada pelatihan, karena pada awal tahun 2017 meskipun ada festival sebenarnya tidak ada anggaran khusus untuk festival karena ada inisiatif dari Orang-orang yang terlibat dalam kegiatan kesenian ini.

"Jadi festival ini adalah hasil pelatihan ini kemudian mengundang apakah itu seniman tradisional ataupun seniman dari luar kota. Dan untuk tahun 2019 program-program ini yang ada di dispora mau dipindahkan ke Dinas Pendidikan salah satu alasannya ada nomenklatur yang berubah dari pusat, dan untuk yang ada di Mentri Pendidikan yaitu Pendidikan dan Kebudayaan sementara kita yang mengerjakan kebudayaan disinikan Dispora dan pada 2019 ini dicek untuk Dinas Pendidikan tidak mempunyai nomenklatur kebudayaan,"tutur Semi via ponsel, Rabu (24/6/2020) pagi.

"Dan pada 2019 ini dirubahlah Kasi Kebudayaan, dan setau saya pada 2019 itu sudah ada pembahasan dalam satu pertemuan untuk nomenklatur kita belum lengkap. Untuk semua kegiatan DPA nya semua tidak terkumpul kepada pengelola dan dilapangan dan yang kami terima itu sebasar 400 juta dan untuk total semuanya itu memang 600 juta kegiatan yang saya bersama teman-teman itu untuk di Dinas Pendidikan itu berbentuk pelatihan dan untuk di Dispora itu berbentuk festival seperti festival Tubaba,"bebernya. 

Semi memaparkan, untuk tahun depan kemungkinan di Dinas Pendidikan. Dan untuk tahun 2019 yaitu ada di pendidikan dan dispora yang karakter kegitan itu berbeda.

"Pelatihan yang bersifat seperti pelatihan selama setengah tahun teater seni rupa anak-anak dan remaja, musik, tari ada untuk pelatihan ini ada tiga titik yaitu lambu kibang, sesat Agung dan di daya murni, dan untuk kegiatan ini kita buka untuk umum yang warga Tubaba karena regulasi Dinas Pendidikan itu harus anak pendidikan,"ujarnya. (*)