Ini Penyebab Masih Rendahnya Harga Komoditas Sayuran di Lambar
Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Sejauh ini, harga sejumlah komoditas sayuran di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) masih bertahan di harga rendah. Hal itu dikeluhkan oleh banyak petani, khususnya petani cabai, wortel dan terong.
Setelah ditelusuri, rendahnya harga sayuran bukan hanya disebabkan oleh pandemi Covid-19 saja, melainkan karena melimpahnya stok di kalangan petani juga.
Yasir, salah satu petani asal Kecamatan Balik Bukit, saat di wawancara Kupastuntas.co mengaku, saat ini cabai dan wortel masih banjir, dan itu menjadi salah satu penyebab rendahnya harga cabai hingga saat ini.
Dijelaslan Yasir, untuk harga cabai kriting saat ini hanya Rp5.000. Biasanya sampai Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per kilonya. Sedangkan wortel cuma Rp2.000 yang sebelumnya Rp6 ribu sampai Rp7 ribu.
"Jadi untuk cabe dan wortel ini memang saat ini masih banjir karena semua petani nanam, jadi itu menjadi penyebab terjadinya komoditas sayuran ini bertahan di harga rendah. Ditambah lagi ada virus corona, jadi terjun bebas," ungkap Yasir, Rabu (17/6/2020).
Namun untuk komoditas yang lain tambah Dony, seperti buncis, kol, terong dan lain-lain sudah mulai mahal, artinya stabil kalaupun turun tidak seberapa jauh dari biasanya, jelas Yasir.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Komunitas Internet Petani Liwa (Kipla), Johan Maryanto mengeluh karena usaha yang digelutinya mengalami penurunan omset secara drastis, akibat dari merebaknya penyebaran virus corona. Sehingga mobil pemasaran luar daerah banyak yang tidak mengambil atau masuk ke Lambar. (*)
Berita Lainnya
-
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Parosil Pastikan Pembangunan Adil Merata
Sabtu, 14 Februari 2026 -
Kesbangpol Lampung Barat Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syarat dan Jadwal Lengkapnya
Jumat, 13 Februari 2026 -
Ancaman Bencana Mengintai, ASN Lampung Barat Didorong Jadi Garda Terdepan Jaga Lingkungan
Jumat, 13 Februari 2026 -
Anggaran Dipangkas Rp 167 Miliar, Bupati Lambar Tegaskan Infrastruktur, Kesehatan dan Pendidikan Tetap Prioritas
Kamis, 12 Februari 2026









