Butuh Bantuan, Rumah Janda Tua di Tanjung Karang Barat Nyaris Ambruk
Kondisi rumah yuni di jalan Pagar Alam, Gang Damai nomor 23, Kelurahan Segala Mider, Tanjungkarang Barat. Foto: Doc/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Setelah panas berkepanjangan, hujan lebat kerap melanda Bandar Lampung beberapa waktu ini. Setiap hujan tiba, Hardi Wahyuni (65), tak tenang dan selalu was-was memikirkan rumahnya.
Yuni (panggilan akrabnya) adalah seorang janda tua yang mendiami rumah di jalan Pagar Alam, Gang Damai nomor 23, Kelurahan Segala Mider, Tanjung Karang Barat.
Kini halaman rumahnya telah lenyap terbawa longsor. Dari pantauan Kupastuntas.co, jarak antara tebing longsor dengan dinding rumah hanya beberapa centimeter saja. Sehingga jika hujan lebat tiba, rumahnya bisa amblas terbawa arus sungai.
"Sekali hujan deras lagi, rumah saya pasti terkena longsor," ujar Yuni saat diwawancarai di kediamannya, Minggu (14/6/2020).
Akibat longsor tersebut, Yuni tidak nyenyak tidur saat hujan kembali turun pada Sabtu Malam (13/6/2020).
"Gak bisa tidur, bawaannya was-was terus, takut longsor lagi," lanjutnya.
Janda beranak empat ini berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung dalam hal ini Walikota, supaya memberikan bantuan karena dia juga menjadi korban banjir yang melanda beberapa wilayah ini.
"Belum ada kabar bantuan dari aparat pemerintahan setempat. Pinggiran sungai ini harus dibangun talud, kalau tidak rumah saya pasti ambruk," terangnya.
Untuk menghindari peristiwa longsor susulan, Yuni dibantu saudaranya membuat pondasi kecil untuk mencegah kejadian serupa terulang.
"Ya mau gimana lagi, ini juga hanya dibantu saudara. Saya sangat berharap ada bantuan dari bapak Walikota," pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Universitas Teknokrat Indonesia Peringkat 1 Kampus Swasta Terbaik di Lampung
Sabtu, 17 Januari 2026 -
Bocah 9 Tahun di Bandar Lampung Tewas Tenggelam di Sungai
Sabtu, 17 Januari 2026 -
Antisipasi Megathrust dan Ancaman Disintegrasi, Pemuda Katolik Digembleng di SPN Polda Lampung
Sabtu, 17 Januari 2026 -
Bangun Pabrik Rokok di Lampung Timur, HS Target Serap 3.000 Pekerja Termasuk Penyandang Disabilitas
Sabtu, 17 Januari 2026









