Terkait New Normal, Apindo Lampung: Tempat Usaha Butuh Waktu Adaptasi
Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung menyambut baik wacana 'New Normal' atau normal baru yang disiapkan oleh Pemerintah Pusat, dalam rangka menghadapi pandemi Covid-19.
Namun, menurut Apindo, hal ini dibutuhkan kesadaran bagi perusahaan untuk menerapkan protokol kesehatan.
Ketua Apindo Lampung, M Yusuf Kohar mengatakan, dengan menerapkan protokol kesehatan tersebut, dibutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan dan tatanan yang baru.
"Paling tidak butuh waktu satu atau dua bulan bagi perusahaan untuk beradaptasi dengan 'New Normal' ini. Karena memang harus diwajibkan untuk penerapan protokol kesehatan," kata Yusuf Kohar, Senin (1/6/2020).
Namun, pihaknya optimis dunia usaha akan cepat beraktivitas kembali dan diharapkan bisa mempekerjakan seluruh karyawannya lagi, jika memang menerapkan aturan protokol kesehatan itu. Seperti tempat pariwisata, harus ada kewajiban memakai masker, dan penempatan alat cuci tangan. Namun yang paling penting ada pembatasan pengunjung.
"Jika situasi mulai membaik dan pesanan kembali banyak, tidak menutup kemungkinan karyawan yang sempat dirumahkan akan dipanggil kembali,” ujar Wakil Walikota ini.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memantau kemampuan daerah mengendalikan Covid-19 dan kesiapan daerah menerapkan tatanan normal baru atau New Normal.
Jokowi mengatakan, pelaksanaan tatanan normal baru akan tergantung pada parameter epidemiologi yang menunjukkan tingkat penularan virus di masing-masing daerah. (*)
Berita Lainnya
-
Sidang Sengketa Tanah Gotong Royong Bandar Lampung, Mantan Lurah Akui Tandatangani Sporadik Tanpa Cek Lokasi
Selasa, 05 Mei 2026 -
Respon Keluhan Warga, BBWS Percepat Perbaikan Irigasi Gantung di Rawajitu
Selasa, 05 Mei 2026 -
Ceremony Pelepasan Ekspor Perdana Tepung Tapioka ke Tiongkok Melalui Pelabuhan Regional 2 Panjang
Selasa, 05 Mei 2026 -
Aliansi Lampung Melawan Gelar Aksi 'Pendidikan Suram', Sampaikan 12 Tuntutan ke DPRD
Selasa, 05 Mei 2026








