Sebagian Uang yang Dinikmati Agung Ilmu Mangkunegara Dikembalikan ke KPK
Kuasa Hukum Agung Ilmu Mangkunegara (Bupati Lampung Utara Nonaktif), Sopian Sitepu. Foto: Doc/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Agung Ilmu Mangkunegara (Bupati Lampung Utara Nonaktif), terdakwa kasus suap fee proyek Lampura, ternyata sudah mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp1,465 miliar.
Hal itu diungkapkan oleh Kuasa Hukum Agung, Sopian Sitepu, Jumat (29/5/2020).
"Penerimaan itu sudah kami kembalikan semua, yakni Rp1,475 miliar. Kami kembalikan ke KPK," kata Sopian.
Sopian menjelaskan, uang senilai Rp1,475 miliar tersebut terdiri dari Rp 600 juta pemberian Syahbudin melalui Ami (Raden Syahril).
"Kemudian Rp800 juta dari Desyadi, atas tambahan untuk pembelian mobil Mercy, dan Rp75 juta dari THR yang diterima sebanyak tiga kali sebesar Rp20 juta serta saat ibadah umroh Rp15 juta pemberian dari istrinya Syahbudin," terang Sopian.
Baca juga : Perkara Fee Proyek Lampura, Agung Disebut Sering Minta Uang dan Gonta-ganti Mobil
Disinggung soal uang Rp200 juta yang diakui oleh Agung, Sopian mengatakan jika uang tersebut sudah disita terlebih dahulu oleh KPK.
"Kan uang itu yang di OTT," jelas Sopian.
Ditanya soal persiapan tuntutan, Sopian mengatakan pihaknya sudah berusaha membuktikan semua fakta yang ada.
"Terakhir masalah tuntutan itu hak JPU, oleh karena itu kami berdoa dan berharap tuntutan itu tidak tinggi sebagaimana fakta dalam persidangan," tandasnya.
Sementara itu, JPU KPK Taufiq Ibnugroho mengatakan jika terdakwa Agung sudah mengembalikan kerugian negara, namun hanya sebagian menurut perhitungan JPU.
"Hanya sebagian saja," sebutnya. (*)
Berita Lainnya
-
Sidang Sengketa Tanah Gotong Royong Bandar Lampung, Mantan Lurah Akui Tandatangani Sporadik Tanpa Cek Lokasi
Selasa, 05 Mei 2026 -
Respon Keluhan Warga, BBWS Percepat Perbaikan Irigasi Gantung di Rawajitu
Selasa, 05 Mei 2026 -
Ceremony Pelepasan Ekspor Perdana Tepung Tapioka ke Tiongkok Melalui Pelabuhan Regional 2 Panjang
Selasa, 05 Mei 2026 -
Aliansi Lampung Melawan Gelar Aksi 'Pendidikan Suram', Sampaikan 12 Tuntutan ke DPRD
Selasa, 05 Mei 2026








