• Minggu, 15 Maret 2026

Pendistribusian Rapid Test di Bandar Lampung Masih Kurang

Kamis, 07 Mei 2020 - 16.02 WIB
177

Kepala Dinas Kota Bandar Lampung, Edwin Rusli, saat memberikan keterangan. Foto: Sri/Kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Alat Rapid test massal yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung kepada petugas tenaga medis masih kurang. Dimana pendistribusian setiap puskemas hanya 25 rapid test.

Padahal rapid test yang telah tiba ada 1.000 unit dari 5.000 unit rapid test yang dipesan oleh Pemerintah Bandar Lampung.

Kepala Dinas Kota Bandar Lampung, Edwin Rusli mengatakan, terkait pembagian alat rapid test itu, pihaknya mengutamakan pada puskesmas di 14 kecamatan. Dimana setiap puskesmas sudah mendapatkan 25 unit rapid test. "per puskesmas kita kasih ya sekitar 25 unit," ujarnya, Kamis (7/5/2020).

Ia mengatakan, pihaknya belum menemukan orang yang di rapid test dengan hasil positif Covid-19. "Kita jaga-jaga aja, karena setiap kecamatan juga belum di rapid test semua," ungkapnya.

Salah satu petugas puskesmas Satelit, Pahoman, yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, pemberian alat rapid test tersebut dirasa memang masih kurang. Karena pihaknya hanya mendapatkan 20 unit rapid test.

"Kita dapet 20 alat rapid test. Sementara petugas ada 105 orang. Jadi harus kami bagi dan diutamakan pada tenaga medis yang pernah kontak dengan pasien corona," ujarnya. 

Ia menerangkan, 20 alat rapid test itu sudah digunakan pada 11 tenaga medis dan 3 ODP. Sementara 6 unit sisanya akan digunakan pada test tahap kedua.

Kupastuntas.co juga menghubungi beberapa puskesmas, dan ternyata mereka belum mendapatkan alat rapid test. Diantaranya puskesmas Gedong Air, Campang Raya dan Puskesmas Bakung.

"Permintaan sudah, tapi belum ada distribusi, nggak tau kapan," ujar Titin Agustin, Kepala Puskesmas Gedong Air.

"Belum, kita belum kebagian," kata Kepala Puskesmas Bakung, dr Dewi.

"Kita mengajukan dulu ke Dinkes perlunya berapa. Jadi kita belum ada pendistribusian," ucap dr. Novi Amin puskesmas Campang. (*)