• Sabtu, 16 Mei 2026

Lima Titik Perbatasan di Lampung Timur Dijaga 24 Jam

Selasa, 05 Mei 2020 - 12.36 WIB
525

Pos Pengamanan Operasi Ketupat Krakatau 2020 Polres Lampung TImur. Foto: Agus Susanto/Kupastuntas.co

Lampung Timur - Dalam rangka Operasi Ketupat, Polres Lampung Timur siapkan lima Pos Pengamanan (Pospam) di setiap perbatasan yang dijaga 24 jam oleh personil, pospam ini siap menindak tegas bagi kendaraan  yang membawa pemudik dari luar daerah. 

Lima Pospam di Kabupaten Lampung Timur didirikan di Jalan lintas Way Bungur perbatasan Lampung Tengah, Pekalongan berbatasan dengan Kota Metro, Sekampung Udik berbatasan dengan Lampung Selatan, Pasirsakti berbatasan dengan Lampung Selatan dan Jalan lintas Labuhanratu yang berada di tengah tengah Lampung Timur.

Kepala Bagian Operasional (Kabag op) Polres Lampung Timur, Kompol Syouzar Nanda Mega mengatakan, tindakan tegas yang dimaksud yaitu jika terdapat sebuah mobil yang membawa sejumlah orang (pemudik) baik dari luar kabupaten atau Provinsi, penjaga Pospam wajib menyuruh mobil untuk putar arah.

"Yang perlu diperketat yakni pospam Pasirsakti untuk mengantisipasi pemudik dari Jakarta dan Pulau Jawa serta Pospam Way Bungur untuk antisipasi pemudik dari Sumatra Selatan dan sekitarnya," terangnya.

Ia melanjutkan, operasi ketupat tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, jika tahun sebelumnya difokuskan untuk membuat nyaman aman bagi pemudik, namun tahun ini di tengah Pandemi Covid 19, Pemerintah menekan warga agar tidak melakukan mudik di momen hari Raya Idul Fitri.

Petugas Pospam juga melakukan kegiatan sosial yang berhubungan dengan pencegahan Covid 19, seperti membagikan masker dan memberi himbauan kepada warga untuk tidak melakukan aktivitas di tengah kerumunan banyak orang. "Himbauan yang kami lakukan sesuai dengan aturan Protokol kesehatan," tegasnya.

Kepala Pospam Labuhanratu, Ipda Marwan mengatakan hari ini (5/5/2020), telah menindak tegas mobil pribadi ber nomor polisi daerah Jakarta dan mobil tersebut bertujuan ke Palembang dengan jumlah penumpang 6 orang.

"Sesuai dengan perintah pimpinan, kami meminta mobil yang dimaksud untuk putar arah".Terang Ipda Marwan," tukasnya. (*)


Editor :