Hasil Rapid Test Bocah 12 Tahun di Lampung Timur Positif
Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Lampung Timur - Seorang bocah laki-laki 12 tahun yang tinggal di Desa Mendalasari, Kecamatan Matarambaru, setelah dilakukan Rapid Test ternyata hasilnya positif.
Namun belum tentu mengarah pada virus Corona, karena masih menunggu hasil Sweab,. Bocah belia tersebut berinisial FW. Saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Metro.
Kepala Puskesmas Matarambaru, Sriyati mengatakan, untuk masyarakat khususnya tetangga FW, dihimbau tidak panik. Tim kesehatan Kecamatan Matarambaru terus melakukan sosialisasi pemahaman kepada warga
"Bahwa hasil rapid test positif belum bisa dipastikan terjangkit Covid-19. Kami sudah tenangkan warga sekitar, agar tidak melakukan tindakan yang tidak diinginkan," ujar Sriyati.
Namun tim kesehatan tetap melakukan antisipasi, dengan memerintahkan beberapa orang yang telah melakukan kontak fisik terhadap FW mulai dari 17 April lalu.
Hasil dari penelusuran yang sudah melakukan kontak fisik, yaitu bidan desa Mandalasari, Pegawai klinik milik dokter Erwan di Desa Sriminosri, sebagian pegawai Puskesmas Bandar Sribhawono, dan keluarga FW yaitu kedua orang tua dan kakak nya.
"Mereka kami sarankan harus isolasi selama 14 hari ke depan sambil menunggu hasil Swab," kata Kepala Puskesmas Matarambaru.
Sebelumnya pada 17 April, FW mengalami demam tinggi, batuk, disertai pilek. Namun karena demam tidak menurun juga FW dibawa ke klinik milik dokter Erwan di Desa Sriminosari untuk berobat. Pada 23 April, karena demam belum juga turun, seorang bidan desa menyarankan agar FW di rawat di Rumah Sakit.
"Dari tanggal 23 sampai 2 Mei (8 hari) dirawat di RS Sukadana. Karena demam FW tidak kunjung sembuh, maka dirujuk ke RS Mardi Waluyo Metro," kata Suryati, pihak kesehatan dari RS Mardi Waluyo, Minggu (03/5/2020). (*)
Berita Lainnya
-
Prabowo Siapkan Banpres Bangun Pagar di Way Kambas, Redam Konflik Gajah dan Warga
Jumat, 13 Maret 2026 -
Usai Tembak Teman Saat Main Kartu, Pemuda di Lampung Timur Menyerahkan Diri ke Polisi
Kamis, 12 Maret 2026 -
Petani Was Was Harga Gabah Anjlok Rp 4.500 per Kg di Lampung Timur
Selasa, 02 April 2024 -
Jerit Nelayan di Kuala Penet Lamtim Tidak Pernah Nikmati Solar Subsidi
Selasa, 02 April 2024



