• Selasa, 28 September 2021

Makan Jiwa dan Harta, Oleh Zainal Hidayat, S.H.

Senin, 13 April 2020 - 07.38 WIB
49

Zainal Hidayat, S.H.

Bung Kupas - Selain mengancam jiwa manusia, Covid-19 juga mengancam mata pencaharian banyak orang. Virus Corona di Provinsi Lampung saat ini sedikitnya telah memakan lima korban jiwa dari pasien positif Corona dan dua warga yang masuk status Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Tidak hanya itu, virus Corona juga telah merenggut mata pencaharian ribuan pekerja di Provinsi Lampung, hingga kini menjadi pengangguraan.

Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Bandar Lampung mencatat, sebanyak 28 perusahaan di Bandar Lampung (Balam) telah merumahkan sebanyak 1.256 pekerjanya hingga 11 April 2020.

Diprediksi, data angka penggangguran masih akan terus bertambah, seiring dengan masih banyaknya perusahaan yang telah melakukan konfirmasi ke Dinas Tenaga Kerja yang akan juga segera merumahkan karyawannya.

Dari total 28 perusahaan yang sudah merumahkan pekerjanya tersebut, sebagian besar berasal dari bisnis penginapan yakni sebanyak 23 hotel, sisanya rumah makan dan retail.

Sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Lampung juga sudah merilis sebanyak 2.349 pekerja di Provinsi Lampung sudah dirumahkan, akibat tempat mereka bekerja sudah tidak beroperasi karena wabah virus Corona. Pekerja yang dirumahkan berasal dari sektor formal 2.190 orang dan sektor informal 159 orang.

Pemerintah Pusat memang sudah mengantisipasi ledakan jumlah pekerja yang dirumahkan maupun mengalami PHK ini, dengan meluncurkan program kartu prakerja. Sedikitnya ada sekitar 164 ribu kartu prakerja yang akan diluncurkan mulai 11 April hingga minggu ke-4 November 2020 mendatang.

Provinsi Lampung sendiri akan mendapat kuota sebanyak 86 ribu kartu prakerja. Pertanyannya, apakah program kartu prakerja itu akan bisa menjadi solusi untuk paling tidak memberikan pekerjaan kepada para pekerja yang sudah dirumahkan akibat dampak Covid-19? Apalagi, angka pengganggurang diprediksi akan terus bertambah, jika virus Corona tidak segera bisa diatasi.

Program kartu prakerja tidak akan berdampak banyak membantu mengatasi pengangguran di Tanah Air, jika virus Corona tidak bisa segera diselesaikan. Pasalnya, akan semakin banyak perusahaan yang gulung tikar dan merumahkan pekerjanya, jika virus mematikan ini tidak segera pergi dari Bumi Pertiwi.  

Solusi yang tepat adalah warga harus bisa bekerja sama dengan pemerintah, untuk bisa segera memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Jika itu berhasil dilakukan, maka dengan sendirinya angka pengangguran juga bisa segera ditekan. Begitu juga sebaliknya. Harapannya, tentu saja badai virus Corona bisa segera berlalu. Semoga! (*)