Bagaimana Prosedur Pemeriksaan Virus Corona di Rumah Sakit, Ini Penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Lampung
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana. Foto: Ist
Bandar Lampung-Makin merebaknya virus Corona atau Covid 19 di Tanah Air, mendorong sejumlah warga ingin memeriksakan kondisi kesehatannya terutama yang baru saja datang dari luar daerah.
Hal itu pula yang dilakukan seorang warga Bandar Lampung yang baru baru pulang dari Kuningan, Jawa Barat. Warga ini datang ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moloek (RSUDAM) untuk memeriksa kondisi kesehatannya, untuk memastikan tidak terpapar virus Corona.
Namun, warga ini merasa kecewa karena harus dioper ke sana ke mari oleh petugas medis setempat.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung sekaligus Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Provinsi Lampung, Reihana menjelaskan, jika seseorang usai bepergian ke daerah yang sudah terkonfirmasi kasus Corona dan menunjukan gejala Covid 19 seperti demam tinggi, batuk, pilek, serta sakit tenggorkan, maka bisa mendatangi fasilitas layanan kesehatan terdekat seperti puskesmas, klinik atau dokter praktik.
Setelah itu, lanjut Reihana, petugas surveilan puskesmas akan mencatat semua keluhan pasien dan akan diberi pengobatan sesuai gejala yang dialaminya.
“Jadi warga ini terlebih dahulu akan difasilitas layanan kesehatan pertama. Lalu dilakukan pemantauan gejala oleh fasilitas layanan kesehatan. Lalu ODP ini diminta untuk pulang dan terus dilakukan pemantauan. Bila gejala terus berlanjut maka akan dirujuk ke RS yang ditunjuk pemerintah sebagai rujukan penanganan corona, dan orang tersebut akan masuk sebagai pasien dalam pemantauan (PDP),” papar Reihana, Senin (23/3/2020).
Lanjut Reihana, terdapat lima rumah sakit yang bisa dijadikan rujukan untuk PDP, di antaranya RSUDAM, RS Ahmad Yani Kota Metro, RS Bob Bazar Kalianda, RS Ryacudu serta RS Bandar Negara Husada.
"Jika orang tersebut sudah masuk sebagai PDP maka akan dirujuk ke rumah sakit yang sudah ditunjuk oleh Pemerintah Lampung," katanya.
Reihana juga mengimbau kepada petugas rumah sakit untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, agar terlebih dahulu mengunjungi puskesmas terdekat jika belum merasakan gejala Covid 19.
"Jika tidak ada keluhan, maka hanya perlu melalukan karantina mandiri seperti self isolation, self monitoring, dan sosial distancing," imbuhnya. (*)
Berita Lainnya
-
Dosen Teknik Sipil Teknokrat Dipercaya Jadi Pengawas Independen Pengelolaan SDA untuk PLTA Batutegi Berkelanjutan
Selasa, 07 April 2026 -
Perkuat Kemitraan Kamtibmas, Dirbinmas Polda Lampung dan Sudin Revitalisasi Shelter Ojol di Enggal
Selasa, 07 April 2026 -
Kasus PSMI Disorot, DPRD Lampung Minta Kejati Lindungi Nasib Petani
Selasa, 07 April 2026 -
Kasus DBD di Bandar Lampung Capai 33 Kasus, Dinkes Imbau Warga Waspada
Selasa, 07 April 2026
Hal itu pula yang dilakukan seorang warga Bandar Lampung yang baru baru pulang dari Kuningan, Jawa Barat. Warga ini datang ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moloek (RSUDAM) untuk memeriksa kondisi kesehatannya, untuk memastikan tidak terpapar virus Corona.
Namun, warga ini merasa kecewa karena harus dioper ke sana ke mari oleh petugas medis setempat.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung sekaligus Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Provinsi Lampung, Reihana menjelaskan, jika seseorang usai bepergian ke daerah yang sudah terkonfirmasi kasus Corona dan menunjukan gejala Covid 19 seperti demam tinggi, batuk, pilek, serta sakit tenggorkan, maka bisa mendatangi fasilitas layanan kesehatan terdekat seperti puskesmas, klinik atau dokter praktik.
Setelah itu, lanjut Reihana, petugas surveilan puskesmas akan mencatat semua keluhan pasien dan akan diberi pengobatan sesuai gejala yang dialaminya.
“Jadi warga ini terlebih dahulu akan difasilitas layanan kesehatan pertama. Lalu dilakukan pemantauan gejala oleh fasilitas layanan kesehatan. Lalu ODP ini diminta untuk pulang dan terus dilakukan pemantauan. Bila gejala terus berlanjut maka akan dirujuk ke RS yang ditunjuk pemerintah sebagai rujukan penanganan corona, dan orang tersebut akan masuk sebagai pasien dalam pemantauan (PDP),” papar Reihana, Senin (23/3/2020).
Lanjut Reihana, terdapat lima rumah sakit yang bisa dijadikan rujukan untuk PDP, di antaranya RSUDAM, RS Ahmad Yani Kota Metro, RS Bob Bazar Kalianda, RS Ryacudu serta RS Bandar Negara Husada.
"Jika orang tersebut sudah masuk sebagai PDP maka akan dirujuk ke rumah sakit yang sudah ditunjuk oleh Pemerintah Lampung," katanya.
Reihana juga mengimbau kepada petugas rumah sakit untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, agar terlebih dahulu mengunjungi puskesmas terdekat jika belum merasakan gejala Covid 19.
"Jika tidak ada keluhan, maka hanya perlu melalukan karantina mandiri seperti self isolation, self monitoring, dan sosial distancing," imbuhnya. (*)
- Penulis : Siti Khoiriah
- Editor :
Berita Lainnya
-
Selasa, 07 April 2026Dosen Teknik Sipil Teknokrat Dipercaya Jadi Pengawas Independen Pengelolaan SDA untuk PLTA Batutegi Berkelanjutan
-
Selasa, 07 April 2026Perkuat Kemitraan Kamtibmas, Dirbinmas Polda Lampung dan Sudin Revitalisasi Shelter Ojol di Enggal
-
Selasa, 07 April 2026Kasus PSMI Disorot, DPRD Lampung Minta Kejati Lindungi Nasib Petani
-
Selasa, 07 April 2026Kasus DBD di Bandar Lampung Capai 33 Kasus, Dinkes Imbau Warga Waspada








