Belum Ada Obatnya, Pasien Corona Kok Sembuh, Ini penjelasan IDI
Ilustrasi
Bandar Lampung-Virus corona yang saat ini menggemparkan dunia. Dimana virus yang berawal dari kota Wuhan, China, ini dikatakan sebagai virus mematikan yang menyerang paru-paru manusia. Yang sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkannya secara langsung.
Akan tetapi menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDI), pasien virus corona dapat disembuhkan melalui sistem imun dalam tubuh manusia itu sendiri.
Ketua IDI Cabang Bandar Lampung dr. M. Aditya Biomed mengatakan, virus apa pun termasuk virus corona yang belum ada vaksinnya, itu dapat disembuhkan dengan daya tahan tubuh yang baik.
"Kalau daya tahan tubuh kita baik dan sistem imunnya juga bagus, menurut teori virus itu akan dibunuh dengan sistem imun kita sendiri," ungkapnya saat dikonfirmasi, minggu (15/3/2020).
Namun lanjutnya, jika daya tahan tubuh lemah. Apa lagi, oarng yang mempunyai riwayat penyakit seperti diabetes, kangker dan lain sebagainya. "Tentu virus akan leluasa dan meraja lela dalam tubuh pasien," tuturnya.
Diungkapkannya, yang sudah terkena virus corona dan sembuh, orang tersebut tidak akan terkena virus corona lagi, dikarenakan sistem imun didalam tubuhnya kuat menghadapi virus corona tersebut.
"Orang yang sudah sembuh (virus corona) itu biasanya akan menjadi imun dia. Maka dia tidak akan menularkan lagi, dan itu hampir mustahil dia akan terkena lagi. Justru kita yang belum kena ini, belum tentu bisa kuat menghadapi virus corona itu," paparnya.
Menurutnya, yang tersebar di masyarakat sendiri untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, yaitu dengan meminum ramuan empon-empon dan itu boleh-boleh saja, akan tetapi itu bukan hal yang utama.
"Yang utama itu sistem imun awalnya ini yang perlu kita jaga, seperti makan makanan yang bergizi, tidak jorok, pola hidup yang bersih, dan jangan merokok. Kalau misalnya kita hanya minum vitamin tetapi kita tidak menjaga kesehatan kita, itu tidak ada manfaatnya," terangnya.
Ditanyakan bagaimana wabah virus corona ini bisa berakhir?, Menurutnya, viru corona ini dapat diantisipasi melalui penyebarannya, yaitu warga untuk sementara jangan berpergian keluar rumah.
"Kita sama-sama menahan diri dirumah, tidak pergi keluar sehingga penyebarannya itu menjadi terbatas, dan itu yang harus kita lakukan sebenarnya," kata dr. Aditya.
Dan Ia menjelaskan, negara lainnya sudah melakukan hal demikian, seperti di china sendiri warganya dilarang berpergian keluar rumah tanpa alasan yang penting.
"Ya himbauan kita kepada masyarakat, tetap jaga pola hidup bersih dan sehat, ini hal utama yang semua harus menggalakan itu," tandasnya.(*)
Berita Lainnya
-
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026 -
PLN UID Lampung Dorong 100 Persen Kendaraan Operasional Berbasis EV
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Tembak di Tempat Pelaku Begal, Instruksi Kapolda Lampung Dinilai Sejalan dengan Hukum Progresif
Jumat, 15 Mei 2026 -
Muhammad Fari Madyan Alumnus Universitas Teknokrat Indonesia Sukses Bangun Ekosistem Digital Lampung hingga Tembus Perusahaan Internasional
Jumat, 15 Mei 2026
Akan tetapi menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDI), pasien virus corona dapat disembuhkan melalui sistem imun dalam tubuh manusia itu sendiri.
Ketua IDI Cabang Bandar Lampung dr. M. Aditya Biomed mengatakan, virus apa pun termasuk virus corona yang belum ada vaksinnya, itu dapat disembuhkan dengan daya tahan tubuh yang baik.
"Kalau daya tahan tubuh kita baik dan sistem imunnya juga bagus, menurut teori virus itu akan dibunuh dengan sistem imun kita sendiri," ungkapnya saat dikonfirmasi, minggu (15/3/2020).
Namun lanjutnya, jika daya tahan tubuh lemah. Apa lagi, oarng yang mempunyai riwayat penyakit seperti diabetes, kangker dan lain sebagainya. "Tentu virus akan leluasa dan meraja lela dalam tubuh pasien," tuturnya.
Diungkapkannya, yang sudah terkena virus corona dan sembuh, orang tersebut tidak akan terkena virus corona lagi, dikarenakan sistem imun didalam tubuhnya kuat menghadapi virus corona tersebut.
"Orang yang sudah sembuh (virus corona) itu biasanya akan menjadi imun dia. Maka dia tidak akan menularkan lagi, dan itu hampir mustahil dia akan terkena lagi. Justru kita yang belum kena ini, belum tentu bisa kuat menghadapi virus corona itu," paparnya.
Menurutnya, yang tersebar di masyarakat sendiri untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, yaitu dengan meminum ramuan empon-empon dan itu boleh-boleh saja, akan tetapi itu bukan hal yang utama.
"Yang utama itu sistem imun awalnya ini yang perlu kita jaga, seperti makan makanan yang bergizi, tidak jorok, pola hidup yang bersih, dan jangan merokok. Kalau misalnya kita hanya minum vitamin tetapi kita tidak menjaga kesehatan kita, itu tidak ada manfaatnya," terangnya.
Ditanyakan bagaimana wabah virus corona ini bisa berakhir?, Menurutnya, viru corona ini dapat diantisipasi melalui penyebarannya, yaitu warga untuk sementara jangan berpergian keluar rumah.
"Kita sama-sama menahan diri dirumah, tidak pergi keluar sehingga penyebarannya itu menjadi terbatas, dan itu yang harus kita lakukan sebenarnya," kata dr. Aditya.
Dan Ia menjelaskan, negara lainnya sudah melakukan hal demikian, seperti di china sendiri warganya dilarang berpergian keluar rumah tanpa alasan yang penting.
"Ya himbauan kita kepada masyarakat, tetap jaga pola hidup bersih dan sehat, ini hal utama yang semua harus menggalakan itu," tandasnya.(*)
- Penulis : Sri
- Editor :
Berita Lainnya
-
Sabtu, 16 Mei 2026Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
-
Sabtu, 16 Mei 2026PLN UID Lampung Dorong 100 Persen Kendaraan Operasional Berbasis EV
-
Jumat, 15 Mei 2026Tembak di Tempat Pelaku Begal, Instruksi Kapolda Lampung Dinilai Sejalan dengan Hukum Progresif
-
Jumat, 15 Mei 2026Muhammad Fari Madyan Alumnus Universitas Teknokrat Indonesia Sukses Bangun Ekosistem Digital Lampung hingga Tembus Perusahaan Internasional








