Harga Masker dan Hand Sanitizer di Pringesewu Melejit!
Apotek Rahman Pringsewu. Foto:Rifaldi/Kupastuntas.co
Pringsewu - Penjualan masker di wilayah Kota Bandar Lampung dan sekitarnya melonjak drastis karena enam orang indonesia terinfeksi Virus Corona atau COVID 19
Stok yang semakin langka, hingga lonjakan harga yang melebihi harga eceran tertinggi sebelum Virus Corona menyebar di Indonesia.
Menurut owner Apotek Rahman, sudah tiga hari yang lalu stok persediaan masker kosong."Padahal sebelum ada Virus Corona di apotik ini masih ada stok masker merk sensi sebanyak 300 pack " ujarnya saat ditemui.
Padahal sebelumnya stok masker merk sensi hanya di jual seharga 23 ribu/pax. Namun, karena banyaknya permintaan, Rahman akhirnya menjual secara eceran seharga 2000 rupiah/pcs.
Selain masker, persediaan hand sanitizer merk dettol dan antis juga sold out. Bahkan kelangkaan hand sanitizer merk tersebut sudah berlangsung sejak sebulan yang lalu. "Hand Sanitizer merk antis dan dettol juga banyak banget yang tanya , tapi ya itu stok habis. Jadi suplier juga gak kirim barang ke sini," ungkapnya.
Sama halnya dengan Apotik Rahman, Apotik Andalas Farma 24 yang juga mengatakan bahwa stok masker dan hand sanitizer sudah kosong sejak seminggu yang lalu.
"Kemarin pas masih ada stok masker per/box saya jual 200-300 ribu . Kalau jualan eceran 3000/pcs. Padahal banyak banget yang tanya masker kesini," ungkap penjaga Apotik Andalas Farma 24.
Puji, warga Pringsewu mengungkapkan, jika ia pun kesulitan mencari masker dan hand hanitizer. "Saya juga cari hand sanitizer di Indomaret sama Alfmart yang ada di Pringsewu kota juga pada kosong, kalaupun ada harganya mahal, sampai 65 ribu/botol," keluhnya.
Sementara itu Kabid Perdagangan Diskoperindag Joko, mengatakan secepatnya Diskoperindag bersama Dinkes akan sidak ke beberapa tempat penjualan masker. "Rencananya Minggu depan kita akan turun ambil sample Ke apotik, pasar, mini market dan supermarket Pringsewu," Tandasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Baru Selesai Diperbaiki, Beberapa Ruas Jalan di Pringsewu Kembali Rusak
Kamis, 05 Februari 2026 -
Miris, Sejumlah Guru SMA Negeri 1 Banyumas Pringsewu Terlambat dan Berkeliaran Saat Upacara
Senin, 02 Februari 2026 -
Hilang 14 Hari, Mbah Kaliman Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai Gadingrejo Pringsewu
Minggu, 01 Februari 2026 -
10 Lembaga Pendidikan di Pringsewu Terima BOP Kesetaraan 2026 Senilai Rp452 Juta
Senin, 26 Januari 2026









