Polisi Pamong Praja Copot Ribuan Baliho dan Banner
Puluhan personel kantor Satpol-PP dan Damkar Lampung Selatan mencopot ribuan banner, baliho, reklame dan atribut lain yang terpasang di sepanjang jalan protokol Kalianda, Kamis (5/3/2020). Foto: Dirsah
Lampung Selatan-Puluhan personel kantor Satpol-PP dan Damkar Lampung Selatan mencopot ribuan banner, baliho, reklame dan atribut lain yang terpasang di sepanjang jalan protokol Kalianda, Kamis (5/3/2020).
Penertiban ini menindaklanjuti aturan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 1994 tentang Keamanan, Ketertiban, Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan dalam wilayah Kabupaten Lampung Selatan
Kasat Pol PP dan Damkar Lampung Selatan, Heri Bastian menjelaskan dalam penertiban itu pihaknya tidak pandang bulu baik itu banner perorangan, badan usaha, lembaga dan kampanye/partai akan dicopot jika dipasang di pohon, tiang listrik, fasilitas umum, rumah ibadah dan sekolah.
"Sebagai penegak perda, kita sifatnya menertibkan. Kalau banner/baliho itu dipasang dengan kayu atau dipasang pakai kaki (tempat) sendiri, silahkan saja. Tidak ada masalah. Kalau dipasang di pohon, tiang listik itu yang kita tertibkan," kata Heri.
Ia menambahkan, penertiban sudah menjadi tugas rutin Satpol PP berdasarkan Instruksi Bupati tahun 2013 revisi tahun 2017 dan terakhir revisi tahun 2020 yang berkaitan dengan penertiban reklame, banner dan atribut yang tidak pada tempatnya.
"Inikan sudah menjadi tugas rutin kita. Jadi kami mohon tidak dipolitisasi," terangnya.
Ia meneranghkan, ada sekitar seribuan banner/baliho yang sudah dicopot. "Barang itu kita simpan di kantor dan apabila ada pihak-pihak atau pemilik banner mau mengambil silahkan datang ke kantor, pasti akan kami serahkan kembali," jelasnya.
Sebelum melakukan penertiban, lanjut Heri, pihaknya juga telah menyurati semua pihak yang memasang banner/baliho itu pada 28 Februari 2020.
"Di dalam surat itu sudah kita terangkan, seminggu pasca mendapatkan surat harus dicopot. Karena sudah lebih dari seminggu, makanya kita yang mencopotnya. Penertiban ini akan dilakukan secara maraton di semua kecamatan," tandasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Diterjang Puting Beliung, Ratusan Kios dan Puluhan Rumah di Lampung Selatan Porak-poranda
Selasa, 03 Maret 2026 -
Lima Warga Diperiksa Penyidik, Ratusan Warga Register 1 Way Pisang Datangi Polres Lampung Selatan
Senin, 02 Maret 2026 -
Sering Beraksi di Tiga Kecamatan, DPO Curas Akhirnya Tertangkap di Lampung Selatan
Senin, 02 Maret 2026 -
Parkir Berbayar di MPP Lampung Selatan Tuai Penolakan, Syaiful Azumar Minta Pegawai Dibebaskan Bayar Parkir
Sabtu, 28 Februari 2026
Penertiban ini menindaklanjuti aturan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 1994 tentang Keamanan, Ketertiban, Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan dalam wilayah Kabupaten Lampung Selatan
Kasat Pol PP dan Damkar Lampung Selatan, Heri Bastian menjelaskan dalam penertiban itu pihaknya tidak pandang bulu baik itu banner perorangan, badan usaha, lembaga dan kampanye/partai akan dicopot jika dipasang di pohon, tiang listrik, fasilitas umum, rumah ibadah dan sekolah.
"Sebagai penegak perda, kita sifatnya menertibkan. Kalau banner/baliho itu dipasang dengan kayu atau dipasang pakai kaki (tempat) sendiri, silahkan saja. Tidak ada masalah. Kalau dipasang di pohon, tiang listik itu yang kita tertibkan," kata Heri.
Ia menambahkan, penertiban sudah menjadi tugas rutin Satpol PP berdasarkan Instruksi Bupati tahun 2013 revisi tahun 2017 dan terakhir revisi tahun 2020 yang berkaitan dengan penertiban reklame, banner dan atribut yang tidak pada tempatnya.
"Inikan sudah menjadi tugas rutin kita. Jadi kami mohon tidak dipolitisasi," terangnya.
Ia meneranghkan, ada sekitar seribuan banner/baliho yang sudah dicopot. "Barang itu kita simpan di kantor dan apabila ada pihak-pihak atau pemilik banner mau mengambil silahkan datang ke kantor, pasti akan kami serahkan kembali," jelasnya.
Sebelum melakukan penertiban, lanjut Heri, pihaknya juga telah menyurati semua pihak yang memasang banner/baliho itu pada 28 Februari 2020.
"Di dalam surat itu sudah kita terangkan, seminggu pasca mendapatkan surat harus dicopot. Karena sudah lebih dari seminggu, makanya kita yang mencopotnya. Penertiban ini akan dilakukan secara maraton di semua kecamatan," tandasnya. (*)
- Penulis :
- Editor :
Berita Lainnya
-
Selasa, 03 Maret 2026Diterjang Puting Beliung, Ratusan Kios dan Puluhan Rumah di Lampung Selatan Porak-poranda
-
Senin, 02 Maret 2026Lima Warga Diperiksa Penyidik, Ratusan Warga Register 1 Way Pisang Datangi Polres Lampung Selatan
-
Senin, 02 Maret 2026Sering Beraksi di Tiga Kecamatan, DPO Curas Akhirnya Tertangkap di Lampung Selatan
-
Sabtu, 28 Februari 2026Parkir Berbayar di MPP Lampung Selatan Tuai Penolakan, Syaiful Azumar Minta Pegawai Dibebaskan Bayar Parkir









