Berjualan Rokok di Areal Kantor Pemda, Tiga SPG Diamankan Pol PP
Ketiga SPG dan pimpinan rombongan sedang dimintai keterangan di kantor Satpol PP Lambar, Kamis (5/3/2020). Foto: Iwan
Lampung Barat-Akibat berjualan rokok di komplek perkantoran Pemkab Lampung Barat, tiga orang sales promotion girl (SPG) PT Nusa Abadi diamankan personel Satpol PP setempat, Kamis (5/3/2020).
Ketiga SPG diamankan berdasarkan laporan pegawai pemda setempat. Ketiga SPG bersama pimpinan rombongan dan sopir diamankan karena menjual rokok di area kawasan tanpa rokok (KTR).
Plt Kasat Pol PP Lambar, Haiza mengatakan tindakan dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Barat Nomor 1 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok.
"Dalam Perda pasal 11 ayat 2 disebutikan setiap orang dilarang mempromosikan, mengiklankan, menjual dan atau membeli produk rokok dan atau produk tembakau lainnya di lokasi KTR. Karena bisa dipidana dengan pidana kurungan paling lama 7 hari atau denda paling banyak 5juta rupiah," ungkapnya.
Namun, lanjut Haiza, dikarenakan SPG tersebut belum mengetahui adanya aturan tentang KTR di Lampung Barat dan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya, maka hanya diberi peringatan satu sekaligus menandatangani surat penyataan. (*)
Berita Lainnya
-
Warga Kebun Tebu Serbu Gerakan Pangan Murah Pemkab Lampung Barat
Minggu, 08 Maret 2026 -
Perkuat Basis Partai, Parosil Lantik 332 Pengurus Ranting PDI Perjuangan di Lampung Barat
Sabtu, 07 Maret 2026 -
Putra Asal Lampung Barat Juara MTQ Internasional
Sabtu, 07 Maret 2026 -
PLN Dorong Disiplin Pembayaran, Dishub Lampung Barat Terima Penghargaan
Jumat, 06 Maret 2026
Ketiga SPG diamankan berdasarkan laporan pegawai pemda setempat. Ketiga SPG bersama pimpinan rombongan dan sopir diamankan karena menjual rokok di area kawasan tanpa rokok (KTR).
Plt Kasat Pol PP Lambar, Haiza mengatakan tindakan dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Barat Nomor 1 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok.
"Dalam Perda pasal 11 ayat 2 disebutikan setiap orang dilarang mempromosikan, mengiklankan, menjual dan atau membeli produk rokok dan atau produk tembakau lainnya di lokasi KTR. Karena bisa dipidana dengan pidana kurungan paling lama 7 hari atau denda paling banyak 5juta rupiah," ungkapnya.
Namun, lanjut Haiza, dikarenakan SPG tersebut belum mengetahui adanya aturan tentang KTR di Lampung Barat dan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya, maka hanya diberi peringatan satu sekaligus menandatangani surat penyataan. (*)
- Penulis : Iwan Irawan
- Editor :
Berita Lainnya
-
Minggu, 08 Maret 2026Warga Kebun Tebu Serbu Gerakan Pangan Murah Pemkab Lampung Barat
-
Sabtu, 07 Maret 2026Perkuat Basis Partai, Parosil Lantik 332 Pengurus Ranting PDI Perjuangan di Lampung Barat
-
Sabtu, 07 Maret 2026Putra Asal Lampung Barat Juara MTQ Internasional
-
Jumat, 06 Maret 2026PLN Dorong Disiplin Pembayaran, Dishub Lampung Barat Terima Penghargaan









