Kendalikan Narkoba, Napi Dituntut 16 Tahun Penjara
ilustrasi
Bandar Lampung-Zahrofi (40) bakal mendekam di balik jeruji lebih lama lagi. Pasalnya, pria yang sudah berstatus narapidana (napi) ini nekat mengendalikan peredaran narkotika dari dalam lapas.
Warga Desa Sukaraja, Kecamatan Gunung Alif, Tanggamus ini baru menjalani masa pidananya selama tiga tahun dari 12 tahun penjara.
Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Rabu (4/3/2020), Zahrofi kembali dituntut dengan hukuman penjara selama 16 tahun.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kandra Buana menyatakan, terdakwa Zahrofi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana diatur dalam pasal pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
"Meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Zahrofi dengan hukuman selama 16 tahun dan denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan penjara," kata Kandra.
Kandra mengatakan, terdakwa memerintahkan Hendra (sudah menjalani hukuman) mengantarkan narkotika jenis sabu seberat 170 gram kepada terdakwa RON (DPO) di Bandar Jaya, Lampung Tengah.
"Namun, saksi Hendra menolaknya sehingga terdakwa menghubungi adiknya Hengky. Saksi Hengky pun menerima sabu 170 gram, paket besar seberat 100 gram dan tujuh paket sedang seberat 70 gram. Sedang Saksi Hendra membawa tiga paket sedang dengan berat kurang lebih 30 gram," tuturnya.
Namun, beber Kandra, sebelum sabu dikirim kedua terdakwa, Hendra dan Hengky ditangkap petugas narkoba Polda Lampung pada 5 Juni 2018 di Jalan Pulau Seram, Kelurahan Sawahbrebes, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung.
Kandra menambahkan, dari hasil pengembangan kedua saksi diperintahkan oleh terdakwa Zahrofi yang berada didalam lembaga pemasyarakatan. (*)
Berita Lainnya
-
Potensi 360 MW di Bendungan Way Sekampung, Lampung Incar Investor Energi Terbarukan
Selasa, 03 Maret 2026 -
Tarawih Malam ke-13 di Masjid Asmaul Yusuf Teknokrat, Rektor Aktif Hadiri dan Beri Motivasi
Selasa, 03 Maret 2026 -
Stok Vaksin Minim, Wagub Jihan Sebut Bandar Lampung Alami Peningkatan Kasus Campak
Selasa, 03 Maret 2026 -
Ditangkap KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Punya Harta Rp 85,6 Miliar
Selasa, 03 Maret 2026
Warga Desa Sukaraja, Kecamatan Gunung Alif, Tanggamus ini baru menjalani masa pidananya selama tiga tahun dari 12 tahun penjara.
Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Rabu (4/3/2020), Zahrofi kembali dituntut dengan hukuman penjara selama 16 tahun.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kandra Buana menyatakan, terdakwa Zahrofi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana diatur dalam pasal pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
"Meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Zahrofi dengan hukuman selama 16 tahun dan denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan penjara," kata Kandra.
Kandra mengatakan, terdakwa memerintahkan Hendra (sudah menjalani hukuman) mengantarkan narkotika jenis sabu seberat 170 gram kepada terdakwa RON (DPO) di Bandar Jaya, Lampung Tengah.
"Namun, saksi Hendra menolaknya sehingga terdakwa menghubungi adiknya Hengky. Saksi Hengky pun menerima sabu 170 gram, paket besar seberat 100 gram dan tujuh paket sedang seberat 70 gram. Sedang Saksi Hendra membawa tiga paket sedang dengan berat kurang lebih 30 gram," tuturnya.
Namun, beber Kandra, sebelum sabu dikirim kedua terdakwa, Hendra dan Hengky ditangkap petugas narkoba Polda Lampung pada 5 Juni 2018 di Jalan Pulau Seram, Kelurahan Sawahbrebes, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung.
Kandra menambahkan, dari hasil pengembangan kedua saksi diperintahkan oleh terdakwa Zahrofi yang berada didalam lembaga pemasyarakatan. (*)
- Penulis :
- Editor :
Berita Lainnya
-
Selasa, 03 Maret 2026Potensi 360 MW di Bendungan Way Sekampung, Lampung Incar Investor Energi Terbarukan
-
Selasa, 03 Maret 2026Tarawih Malam ke-13 di Masjid Asmaul Yusuf Teknokrat, Rektor Aktif Hadiri dan Beri Motivasi
-
Selasa, 03 Maret 2026Stok Vaksin Minim, Wagub Jihan Sebut Bandar Lampung Alami Peningkatan Kasus Campak
-
Selasa, 03 Maret 2026Ditangkap KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Punya Harta Rp 85,6 Miliar









