• Senin, 12 Januari 2026

Gubernur Arinal Himbau Masyarakat Lampung Tidak Bepergian Keluar Negeri

Rabu, 04 Maret 2020 - 07.57 WIB
118

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Selasa (03/03/2020). Foto: Siti/Kupastuntas.co

Bandar Lampung - Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Provinsi Lampung untuk tidak bepergian keluar Negeri sementara waktu, Selasa (03/03/2020).

Hal tersebut dilakukan Arinal menyusul fenomena virus Corona (Covid-19) yang sudah mulai menginfeksi hingga ke negara Indonesia. 

"Untuk masyarakat Lampung, jika tidak memiliki kepentingan apapun untuk membatalkan sementara kunjungan keluar Negeri," ujar Arinal saat menyampaikan sambutan di acara Penandatanganan Perjanjian Kerja diruang rapat utama Kantor Gubernur Lampung, Selasa (03/03/2020).

Selain itu, lanjut Arinal, untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung untuk menunda sementara kunjungan ataupun yang akan melakukan Dinas luar. "Ini tiada lain agar masyarakat Lampung yang kita cintai ini aman dari infeksi virus Corona," ucapnya.

Arinal mengatakan, virus tersebut  sudah menyebar ke berbagai negara, termasuk di Indonesia yang sudah tercatat 2 orang yang terinfeksi virus tersebut.

 Arinal juga mengimbau agar masyarakat diminta untuk tetap tenang menyikapi hal tersebut.

Pemerintah Pusat sudah mengaktifkan 100 rumah sakit rujukan untuk penanganan wabah virus corona, dan tiga diantaranya berada di Provinsi Lampung, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moloek (RSUDAM), Rumah Sakit Bob Bazar Kalinda, serta Rumah Sakit Ahmad Yani kota Metro.

"Pemerintah sudah sangat siap jika memang ada warga Lampung yang terinfeksi, tapi kita semua berdoa semoga semua masyarakat Lampung diberikan kesehatan," harapnya.

Gubernur juga mengingatkan agar masyarakat tak perlu 'panic buying' yaitu aksi membeli barang dalam jumlah besar sebagai antisipasi masyarakat ketika wabah atau bencana sedang terjadi.

Menurut Arinal, memborong bahan kebutuhan pokok merupakan hal yang tidak perlu dilakukan. Hal tersebut justru akan membuat harga komoditas beberapa kebutuhan pokok menjadi naikdan menimbulkan distorsi ekonomi.

"Hati-hati, Maret ini ekonomi akan bergerak tidak baik, instansi yg punya sentuhan dengan bidang ekonomi, pertanian, dan perdagangan harus lebih serius dan siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi," jelasnya. (*)