Mengusung Bandar Lampung Baru Ala Rycko Menoza
Bakal Calon Wali Kota Bandar Lampung, Rycko Menoza SZP (kanan) saat Talkshow yang dipandu langsung oleh Dirut Kupas Tuntas, Donald Harris Sihotang (kiri), di studio Kupas TV, Kamis (27/2/2020). Foto: Erik/kupastuntas.co
Bandar
Lampung - Punya pengalaman
sebagai Bupati Lampung Selatan menjadi salah satu modalnya maju dalam Pilkada
Kota Bandar Lampung. Terlebih dari sisi keturunan, pemerintahan bukan hal yang
baru baginya. Sebab kakek dan ayahnya adalah tokoh yang pernah menjabat sebagai
Gubernur Lampung. Ia adalah Rycko Menoza SZP.
Rycko berkungjung ke
Kantor Kupas Tuntas pada Kamis (27/2/2020) bersama sejumlah tim pemenangannya.
Ia menjadi narasumber dalam Bincang Santai Bung Kupas di Kupas TV. Sebelum
syuting, Rycko sempat menyampaikan rasa salutnya karena melihat Kupas Tuntas
terus berinovasi melahirkan berbagai kanal informasi, seperti portal berita
online dan TV digital.
“Memang media sekarang
eranya sudah maju yah, saya kira Kupas Tuntas cuma cetak dan online. Sekarang
sudah ada TV-nya juga,” ujar Rycko.
Acara Talkshow yang
dipandu langsung oleh Dirut Kupas Tuntas, Donald Harris Sihotang ini berjalan
lancar. Tak jarang keduanya bercanda lepas hingga tertawa. Rycko pun
membeberkan alasannya maju sebagai Bakal Calon Wali Kota Bandar Lampung.
“Orang tua saya pernah
bertugas di Bandar Lampung saat masih aktif di polisi, kakek saya juga pernah
menjadi wali kota, dan beliau jadi kepala daerah Lampung. Ini menjadikan saya
selaku putra daerah terpanggil ingin mengambil andil dalam membawa Bandar
Lampung yang lebih baik dari hari ini,” kata Rycko.
Ketua MPW Pemuda
Pancasila Lampung ini juga merasa terpanggil karena melihat pembangunan Bandar
Lampung yang belum merata dan perlu banyak pembenahan. Ia mencontohkan
pembangunan infrastruktur di wilayah Tanjung Karang jauh lebih banyak
dibandingkan wilayah pesisir seperti Teluk Betung dan Panjang.
“Bandar Lampung wajah
Provinsi Lampung tentu harus besaing dengan kota-kota besar lainnya. Namun kita
lihat hari ini Tanjung Karang banyak pembangunan oleh Pemkot. Di sisi lain,
wilayah pesisir tidak ada pembangunan seperti itu. Ini kan perlu merata di
semua daerah,” kata dia.
Karena itu ia maju dengan mengusung tagline Bandar Lampung BARU, yakni Bersih, Aman, Religius, dan Unggul. Soal kebersihan, Rycko menyebut hal-hal terpenting yang harus dibenahi yaitu pengelolaan sampah, saluran drainase, trotoar, hingga tata kota yang sesuai peruntukannya. Jika pembangunan kota tidak sesuai peruntukan, akan mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor.
“Bandar Lampung ini
terdiri dari dataran tinggi dan dataran rendah. Dalam hal memberikan izin
bangunan harus benar-benar diteliti, jangan sampai menghilangkan daerah
penghijauan dan lintasan air. Kalau ini dibiarkan, saat hujan turun, tidak ada
tempat lintasan dan serapan air maka terjadi banjir,” ungkapnya.
Rycko juga menginginkan
prestasi yang pernah ditorehkan Kota Bandar Lampung seperti penghargaan Adipura
pada beberapa tahun lalu, dapat diraih kembali.
“Setelah sekian tahun
kita tidak pernah lagi mendapatkan penghargaan Adipura. Selain itu, sebagai
kota maju kita harus melihat keindahan kota, memberikan fasilitas bagi pejalan
kaki dan kaum difabel,” ungkap anak sulung Dubes RI untuk Kroasia, Sjachroedin
ZP.
Selanjutnya kota aman.
Menurutnya setiap masyarakat berhak memperoleh keamanan. Kurangnya rasa aman
berasal dari berbagai faktor seperti tingginya angka pengangguran. Maka salah
satu solusinya adalah membina usaha kecil menengah milik masyarakat untuk
menyerap tenaga kerja. Pemkot juga bisa menggandeng pihak swasta/investor untuk
membuka lapangan kerja baru.
Kemudian kota religius.
Rycko menyebut Bandar Lampung dihuni oleh masyarakat dari berbagai latar
belakang suku, agama, dan golongan. Maka semua komponen masyarakat ini harus
diberi porsi perhatian yang sama oleh pemda.
“Tidak boleh
membeda-bedakan seperti memberikan program untuk suatu agama tertentu. Kita
hidup di Republik Pancasila tentu kita berharap bagaimana program ini terbuka
untuk semua dan transparan,” kata mantan Ketua KNPI Lampung itu.
Dan terakhir yakni SDM
unggul. Bandar Lampung harus mampu bersaing dengan kota-kota besar di
Indonesia, terutama di Pulau Sumatera. Seperti Palembang, Padang, dan Medan.
Saat ditanya mengapa
memilih maju di Pilkada Bandar Lampung, bukan di Lampung Selatan. Rycko
mengaatakan ia butuh tantangan baru. Ia juga ingin membuat perjalanan sejarah
dalam hidupnya.
“Saya termasuk orang
yang suka dengan tantangan. Tentu 5 tahun kemarin mendapat kepercayaan jadi
Bupati Lamsel jadi modal buat saya, ini kan perjalanan sejarah. Kalau kembali
lagi ke Lamsel rasanya belum ada sesuatu yang berbeda. Tetapi ke Bandar Lampung
ini jadi tantangan untuk saya menjawab permasalahan-permasalahan di perkotaan,”
tandasnya.
“Bukan serta merta mengejar kekuasaan jadi kepala daerah, ini juga disasari karena saya ingin membuktikan sebagai anak dari orangtua yang dulu pernah mengemban amanah di Bandar Lampung, ayah dan kakek saya. Minimal bisa sama atau lebih baik dari pendahulu-pendahulu saya,” tuturnya. (*)
Berita Lainnya
-
Nuzulul Qur’an di Kodam Raden Inten, Pangdam Ajak Prajurit Perkuat Iman
Selasa, 17 Maret 2026 -
PLN UID Lampung Apresiasi Tim Relawan di Aceh Pasca Bencana
Selasa, 17 Maret 2026 -
Sungai Budi Group Salurkan 76.500 Paket Sembako Sambut Idul Fitri 1447 H
Selasa, 17 Maret 2026 -
Penduduk Provinsi Lampung Bertambah pada Akhir 2025, Capai 9,27 Juta Jiwa
Selasa, 17 Maret 2026








