• Selasa, 17 Maret 2026

Mengusung Bandar Lampung Baru Ala Rycko Menoza

Minggu, 01 Maret 2020 - 20.29 WIB
370

Bakal Calon Wali Kota Bandar Lampung, Rycko Menoza SZP (kanan) saat Talkshow yang dipandu langsung oleh Dirut Kupas Tuntas, Donald Harris Sihotang (kiri), di studio Kupas TV, Kamis (27/2/2020). Foto: Erik/kupastuntas.co

Bandar Lampung - Punya pengalaman sebagai Bupati Lampung Selatan menjadi salah satu modalnya maju dalam Pilkada Kota Bandar Lampung. Terlebih dari sisi keturunan, pemerintahan bukan hal yang baru baginya. Sebab kakek dan ayahnya adalah tokoh yang pernah menjabat sebagai Gubernur Lampung. Ia adalah Rycko Menoza SZP.

Rycko berkungjung ke Kantor Kupas Tuntas pada Kamis (27/2/2020) bersama sejumlah tim pemenangannya. Ia menjadi narasumber dalam Bincang Santai Bung Kupas di Kupas TV. Sebelum syuting, Rycko sempat menyampaikan rasa salutnya karena melihat Kupas Tuntas terus berinovasi melahirkan berbagai kanal informasi, seperti portal berita online dan TV digital.

“Memang media sekarang eranya sudah maju yah, saya kira Kupas Tuntas cuma cetak dan online. Sekarang sudah ada TV-nya juga,” ujar Rycko.

Acara Talkshow yang dipandu langsung oleh Dirut Kupas Tuntas, Donald Harris Sihotang ini berjalan lancar. Tak jarang keduanya bercanda lepas hingga tertawa. Rycko pun membeberkan alasannya maju sebagai Bakal Calon Wali Kota Bandar Lampung.

“Orang tua saya pernah bertugas di Bandar Lampung saat masih aktif di polisi, kakek saya juga pernah menjadi wali kota, dan beliau jadi kepala daerah Lampung. Ini menjadikan saya selaku putra daerah terpanggil ingin mengambil andil dalam membawa Bandar Lampung yang lebih baik dari hari ini,” kata Rycko.

Ketua MPW Pemuda Pancasila Lampung ini juga merasa terpanggil karena melihat pembangunan Bandar Lampung yang belum merata dan perlu banyak pembenahan. Ia mencontohkan pembangunan infrastruktur di wilayah Tanjung Karang jauh lebih banyak dibandingkan wilayah pesisir seperti Teluk Betung dan Panjang.

“Bandar Lampung wajah Provinsi Lampung tentu harus besaing dengan kota-kota besar lainnya. Namun kita lihat hari ini Tanjung Karang banyak pembangunan oleh Pemkot. Di sisi lain, wilayah pesisir tidak ada pembangunan seperti itu. Ini kan perlu merata di semua daerah,” kata dia.

Karena itu ia maju dengan mengusung tagline Bandar Lampung BARU, yakni Bersih, Aman, Religius, dan Unggul.  Soal kebersihan, Rycko menyebut hal-hal terpenting yang harus dibenahi yaitu pengelolaan sampah, saluran drainase, trotoar, hingga tata kota yang sesuai peruntukannya. Jika pembangunan kota tidak sesuai peruntukan, akan mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor.

“Bandar Lampung ini terdiri dari dataran tinggi dan dataran rendah. Dalam hal memberikan izin bangunan harus benar-benar diteliti, jangan sampai menghilangkan daerah penghijauan dan lintasan air. Kalau ini dibiarkan, saat hujan turun, tidak ada tempat lintasan dan serapan air maka terjadi banjir,” ungkapnya.

Rycko juga menginginkan prestasi yang pernah ditorehkan Kota Bandar Lampung seperti penghargaan Adipura pada beberapa tahun lalu, dapat diraih kembali.

“Setelah sekian tahun kita tidak pernah lagi mendapatkan penghargaan Adipura. Selain itu, sebagai kota maju kita harus melihat keindahan kota, memberikan fasilitas bagi pejalan kaki dan kaum difabel,” ungkap anak sulung Dubes RI untuk Kroasia, Sjachroedin ZP.

Selanjutnya kota aman. Menurutnya setiap masyarakat berhak memperoleh keamanan. Kurangnya rasa aman berasal dari berbagai faktor seperti tingginya angka pengangguran. Maka salah satu solusinya adalah membina usaha kecil menengah milik masyarakat untuk menyerap tenaga kerja. Pemkot juga bisa menggandeng pihak swasta/investor untuk membuka lapangan kerja baru.

Kemudian kota religius. Rycko menyebut Bandar Lampung dihuni oleh masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan golongan. Maka semua komponen masyarakat ini harus diberi porsi perhatian yang sama oleh pemda.

“Tidak boleh membeda-bedakan seperti memberikan program untuk suatu agama tertentu. Kita hidup di Republik Pancasila tentu kita berharap bagaimana program ini terbuka untuk semua dan transparan,” kata mantan Ketua KNPI Lampung itu.

Dan terakhir yakni SDM unggul. Bandar Lampung harus mampu bersaing dengan kota-kota besar di Indonesia, terutama di Pulau Sumatera. Seperti Palembang, Padang, dan Medan.

Saat ditanya mengapa memilih maju di Pilkada Bandar Lampung, bukan di Lampung Selatan. Rycko mengaatakan ia butuh tantangan baru. Ia juga ingin membuat perjalanan sejarah dalam hidupnya.

“Saya termasuk orang yang suka dengan tantangan. Tentu 5 tahun kemarin mendapat kepercayaan jadi Bupati Lamsel jadi modal buat saya, ini kan perjalanan sejarah. Kalau kembali lagi ke Lamsel rasanya belum ada sesuatu yang berbeda. Tetapi ke Bandar Lampung ini jadi tantangan untuk saya menjawab permasalahan-permasalahan di perkotaan,” tandasnya.

“Bukan serta merta mengejar kekuasaan jadi kepala daerah, ini juga disasari karena saya ingin membuktikan sebagai anak dari orangtua yang dulu pernah mengemban amanah di Bandar Lampung, ayah dan kakek saya. Minimal bisa sama atau lebih baik dari pendahulu-pendahulu saya,” tuturnya. (*)

Editor :