• Senin, 02 Maret 2026

Era Pelayanan Digital, Rycko Menoza: Pemerintah Perlu Libatkan Kaum Milenial

Minggu, 01 Maret 2020 - 21.14 WIB
90

Bakal Calon Wali Kota Bandar Lampung, Rycko Menoza saat menjadi narasumber dalam Bincang Santai Bung Kupas di studio Kupas TV, Kamis (27/2/2020). Foto: Erik/kupastuntas.co

Bandar Lampung - Kemunculan revolusi industri 4.0 menuntut pemerintah harus ikut berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Cara-cara lama yang rumit dan memakan waktu harus dipangkas dengan memanfaatkan teknologi terbaru. Tentunya yang memahami kemajuan teknologi ini didominasi anak-anak muda atau kaum milenial.

Bagi Bakal Calon Wali Kota Bandar Lampung Rycko menoza, potensi kaum milenial ini harus dapat dimanfaatkan untuk pelayanan di Kota Bandar Lampung. Mulai dari pelayanan di tingkat kelurahan, hingga Organisasi Perangkat Daerah.

“Kaum milenial ini harus kita perankan. Anak-anak muda paling lebih dekat dengan perkembangan teknologi. Kalau misalnya di kantor kelurahan atau kecamatan masih ada operator yang gagap teknologi atau tidak update ini juga kan bisa jadi persoalan,” kata Rycko saat berkungjung ke Kantor Kupas Tuntas pada Kamis (27/2/2020) bersama sejumlah tim pemenangannya.

“Jadi peran milenial ini harus didorong dan dipacu. Apalagi mereka punya kemampuan yang lebih. Mereka bisa ikut mempromosikan wisata Bandar Lampung, ikut memudahkan pemkot dalam memberikan layanan,” imbuhnya.

Maka jika terpilih, Rycko akan mengundang para akademisi agar dilibatkan secara langsung. Sehingga mahasiswa dari Itera, Unila dan berbagai universitas lainnya dapat mengambil peran dalam meingkatkan kualitas SDM di Bandar Lampung.

Menurutnya, pemerintah saat ini memang sudah bergerak ke arah pelayanan berbasis digital. Seperti pembuatan KTP/KK secara online. Namun dalam pelaksanaannya, Rycko menilai masih banyak ketidaksesuaian. Maka kepala daerah harus turun langsung untuk mengecek situasi di lapangan.

“Kepala daerah harus memonitor. Misalnya ada program gratis dari pemerintah tetapi di bawah masih ada pungutan. Ini kan masih terjadi dan dikeluhkan masyarakat, saya juga mendengar dan merekam. Ini tugas kepala daerah untuk memastikan pelayanan ini benar-benar sampai,” tandasnya.

Masih soal milenial, mantan Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Lampung ini melihat potensi ekonomi yang saat ini tengah ‘naik daun’ yaitu kopi. Kebetulan Lampung adalah salah satu penghasil kopi terbesar di Indonesia, potensi ini sangat besar jika dikekola dengan baik. Rycko melihat di Bandar Lampung saat ini menjamur kedai kopi. Rata-rata pemilik dan pengunjungnya adalah anak-anak muda.

“Mereka hari ini berjuang sendiri, mereka membuka kedai kopi dengan pola masing-masing. Saya kira perlu peran peremintah untuk memfasilitasi mereka. Diajak diskusi bagaimana mereka ikut memberikan kontribusi bagi Kota Bandar Lampung dalam bidang ekonomi,” kata dia.

Menurutnya, pemkot bisa mengeluarkan satu kebijakan dengan membuat satu kawasan pusat kopi. Sehingga lokasi ini bisa menjadi satu daerah wisata kuliner yang khas dengan kopinya. Jika dikunjungi banyak pengunjung maka para pemilik kedai kopi akan mendapatkan keuntungan, pun begitu dengan Bandar Lampung akan semakin dikenal sebagai kota kopi. (*)

Editor :