Ironis! Mengidap Penyakit Hydrocephalus, Reva Oktarina Butuh Bantuan
Reva Oktarina (2) hanya mampu berbaring tak berdaya di atas kasur rumahnya yang berada Warga Kampung Gunung Sangkaran, Kecamatan Blambangan Umpu, Way Kanan, Sabtu (29/02/2020). Foto: Doc/Kupastuntas.co
Bandar Lampung - Lahir dengan keadaan yang kurang normal, Reva Oktarina (2) hanya mampu berbaring tak berdaya di atas kasur rumahnya yang berada Warga Kampung Gunung Sangkaran, Kecamatan Blambangan Umpu, Way Kanan, Sabtu (29/02/2020).
Penyakit Hydrocephalus yang diderita Reva sejak lahir membuat dirinya hanya mampu bergerak. Selain tak mampu bergerak, gadis mungil itu tak mampu mengeluarkan suara lucunya. Pasalnya, bibir dan langit mulut tidak terbentuk secara normal (Sumbing), dan kepalanya pun membesar.
Sumiyati ibu kandung Reva mengatakan, penyakit Hydrocephalus atau penumpukan cairan di dalam otak ini baru diketahui pada tahun 2017 lalu. Saat itu, keduanya ingin memeriksakan bibir sumbing Reva ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM). "Waktu umur Reva baru empat bulan. Reva didiagnosa Hydrocephalus oleh dokter,” kata Sumiyati.
Menurut Sumiyati, buah hatinya tersebut sudah tiga kali menjalani pengobatan, yakni ke RSUDAM dan Rumah Sakit Urip Sumoharjo, namun belum ada perubahan yang signifikan.
"Terakhir kali berobat itu di bulan November 2019 di Rumah Sakit Urip Sumoharjo dan telah dilakukan penyedotan cairan di dalam otak, menggunakan BPJS non prabayar atau KIS," ungkapnya.
Meski pengobatan putri kecilnya tidak mengeluarkan biaya, Sumiyati mengaku ia harus berutang untuk membiayai transportasi dari Way Kanan menuju Kota Bandar Lampung. Pasalnya, penghasilan suami yang bekerja sebagai buruh harian lepas di pabrik karet itu jelas hanya sebesar Rp80.000 per harinya.
Kini Sumiyati menemui jalan buntu. Tak lagi memiliki biaya untuk mengobati Reva. Kondisi Reva saat ini harus ditangani secara serius oleh tim medis. "Kami sangat berharap uluran tangan dari pemerintah dan para dermawan lainnya. Kami ingin Reva bisa sembuh dan tumbuh sehat seperti anak-anak lainnya,” ucap Sumiyati. (*)
Berita Lainnya
-
Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Pelatihan SAP 2000, Perkuat Kompetensi Praktis Mahasiswa Teknik Sipil
Senin, 06 April 2026 -
UKM Tari Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara 2 Nasional di Ajang Dance Competition Palembang
Senin, 06 April 2026 -
Kejaksaan Agung Amankan Kajari Karo Buntut Kasus Amsal Sitepu
Senin, 06 April 2026 -
Tembus 3.090 Transaksi, Penggunaan SPKLU di Lampung Melesat pada Idul Fitri 2026
Senin, 06 April 2026








