• Jumat, 01 Maret 2024

Wakil Bupati Pringsewu Pimpin Apel Siap Siaga Bencana

Kamis, 27 Februari 2020 - 18.59 WIB
81

Foto bersama usai apel kesiapsiagaan bencana Tim Terpadu Siaga Bencana Kabupaten Pringsewu, di Jalan Veteran Pringsewu Barat, Kamis (27/2/2020). Foto: Rifaldi/Kupas Tuntas

Pringsewu - Wakil Bupati Pringsewu H. Fauzi memimpin apel kesiapsiagaan bencana Tim Terpadu Siaga Bencana Kabupaten Pringsewu, di Jalan Veteran Pringsewu Barat, Kamis (27/2/2020).

Apel yang digelar di halaman Posko Terpadu Siaga Bencana dihadiri oleh Dandim 0424 Letkol Inf. Arman Aris Sallo, Kapolres Pringsewu yang diwakili Kabag Ops AKP Langgeng, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pringsewu Edi Sumber Pamungkas, Kadis Sosial Bambang Suhermanu, Kadis Perhubungan M.Khotim, Kasatpol PP Emil Riady, dan Kadis Kominfo Samsir Kasim, Camat dan Danramil serta Kapolsekta Pringsewu, serta diikuti anggota Tim Terpadu Siaga Bencana, Tagana, BPBD, Dishub, Satpol-PP, TNI, Polri, ORARI dan RAPI, serta elemen lainnya.

Apel dilanjutkan dengan pengarahan oleh Wakil Bupati Pringsewu H. Fauzi kepada tim terpadu. Ia berharap setelah apel ada aksi dari Tim Terpadu Siaga Bencana dalam upaya mencegah terjadinya bencana. 

"Selain amanat Menteri Dalam Negeri, keberadaan Tim Siaga Bencana ini merupakan bagian dari kegiatan kemanusiaan. forum ini juga dalam rangka antisipasi terjadinya bencana, fungsikan Posko Terpadu ini sebagaimana mestinya, dan kita bisa meminta bantuan RAPI dan ORARI untuk kegiatan komunikasinya," katanya.

Lebih lanjut H. Fauzi mengatakan bahwa tim terpadu ini bukan hanya berfungsi saat terjadinya bencana saja, tetapi juga sebelum atau antisipasi atau  pencegahan dan setelah terjadinya bencana atau pasca bencana. 

"Kedepan, organik PMI juga dilibatkan dalam tim, berikut para sukarelawan. harapanya, kita bisa bersama-sama mencegah dan menanggulangi terjadinya bencana," harapnya.

Sementara itu, Dandim 0424 Letkol Inf. Arman Aris Sallo mengatakan, bencana terbagi menjadi 3 kategori, yakni bencana alam, non alam dan bencana sosial (konflik).

"Kalau bisa di sini ada peta untuk mengetahui wilayah mana yang rawan terjadi bencana dan jenisnya. dengan adanya peta, semua stakeholders  dapat dengan mudah mengetahuinya, sehingga bisa dianalisa dan diantisipasi, Kuncinya adalah gotong royong," ujarnya. (*)

Editor :