Pengunjung Sepi, Banyak Ikan di Taman Hamtebiu Mati Kelaparan
Meski libur akhir pekan, terlihat pengunjung Taman Hamtebiu sepi, Sabtu (22/2/2020). Foto: Iwan/kupastuntas.co
Lampung Barat - Sepinya pengunjung di objek wisata Taman Hamtebiu setelah dipindahkannya pedagang yang biasa berjualan di sekitar lokasi ternyata tidak hanya berdampak terhadap menurunnya penghasilan pedagang saja, akan tetapi juga berdampak pada ikan yang menjadi daya tarik di Taman Hamtebiu kini banyak yang mati.
Penasaran karena sering menemukan ikan mati dalam kondisi membusuk dan terapung, petugas Satpol PP yang biasa berjaga di lokasi melakukan pengecekan, dan ternyata penyebab matinya ikan-ikan tersebut karena kekurangan makanan.
"Kalau pengunjung ramai otomatis ikannya banyak makanan, karena hampir setiap orang yang datang ke sini ngasih ikan makan. Nah, semenjak pedagang yang biasa berjualan dipindah mulai sepi, makanya banyak ikan yang mati," ungkap sumber dan meminta untuk tidak disebutkan namanya, Sabtu (22/2/2020) sore.
"Ceritanya kami penasaran, jadi setelah sudah sering kami menemukan ada ikan mati, beberapa hari yang lalu sengaja kami bedah perut ikan yang sudah membusuk tersebut, dan ternyata perut nya kosong tidak ada makanan, ya gimana yang ngasih pakan sudah jarang sedangkan ikan di sini banyak dan ukurannya cukup besar," timpalnya.
Menurutnya, akan lebih baik jika pedagang yang biasa berjualan di objek wisata yang berada di jantung Kota Liwa tersebut untuk dibiarkan berjualan seperti biasa, dengan demikian semua bisa berjalan tanpa ada yang terkena dampak.
"Yang tidak boleh itu jika berjualan di trotoar, karena trotoar mutlak hak pengguna jalan. Sedangkan mereka (pedagang) berjualan tidak di atas trotoar, kan kasian jika seperti ini, mereka semua pada mengeluh karena penghasilan menurun," jelasnya.
"Perlu diketahui juga, para pedagang ini siap jika memang harus ditarik untuk sewa lapak, retribusi kebersihan, dan lain-lain asal bisa kembali berjualan di sini. Jadi bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga. Kalau mengenai area parkir, sekarang juga memang sudah diperbolehkan parkir dipinggir jalan, tapi percuma jika tidak ada yang berjualan, pengendara juga malas mau mampir," tandasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Labkesmas Lampung Barat Senilai Rp 13,5 miliar Gagal Beroperasi Awal 2026, Ini Kendalanya
Senin, 04 Mei 2026 -
Tanpa Pesaing, Irfan Fadhillah Dipastikan Bakal Pimpin KONI Lampung Barat 2026–2030
Senin, 04 Mei 2026 -
Ruas Jalan Padang Dalom–Sukarame Lambar Longsor, PUPR Siapkan Penanganan Darurat
Sabtu, 02 Mei 2026 -
CJH Lampung Barat Bertolak ke Tanah Suci, Jamaah Tertua 88 Tahun
Sabtu, 02 Mei 2026








