Realisasi Program KPB, Pemprov MoU dengan Perusahaan Pupuk dan Perbankan
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat menandatangai MoU, Rabu (19/2/2020). Foto: Ria
Bandar Lampung-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melakukan penandatangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan perusahaan pupuk dan perbankan di ruang rapat utama kantor Gubernur Lampung, Rabu (19/2/2020).
MoU tersebut berkaitan dengan realisasi program Kartu Petani Berjaya (KPB), yang merupakan program kerja unggulan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi untuk memudahkan petani mendapatkan pelayanan terpadu mulai dari pembelian pupuk, desinfektan, permodalan hingga pembinaan usaha tani dan budidaya pertanian.
“Program ini jadi pertama yang ada di provinsi di Indonesia, tujuan utamanya tidak lain adalah bangkitnya ekonomi kerakyatan khususnya para petani di Lampung," ucap Gubernur.
Sementara Manager PT Pusri Area Lampung, Taufiek mengatakan penyaluran pupuk subsidi didasarkan pada aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah baik terkait jumlah dan harga.
“Di luar subsidi, PT Pusri siap memenuhi kebutuhan Urea dan NPK kepada seluruh petani di Provinsi Lampung, apalagi dengan adanya program Kartu Petani Berjaya ini,” kata Taufiek.
Dijelaskan, saat ini PT Pusri memiliki tiga pabrik NPK dengan kapasitas 300.000 ton per tahun. Sehingga siap menyuplai kebutuhan NPK untuk petani di Lampung.
Penandatangan tersebut juga dilakukan PT Petrokimia Gresik, Bank Lampung, PT Bank Mandiri, PT Bank Negara Indonesia, serta Bank Rakyat Indonesia. (*)Berita Lainnya
-
Gudang BBM di Tanjung Bintang Terbakar, Damkar Kerahkan 3 Armada
Rabu, 04 Maret 2026 -
Pemprov Lampung Gelontorkan Rp130 Miliar Bangun Jalan Umbul Mesir - Rawa Pitu
Selasa, 03 Maret 2026 -
Jelang Mudik KAI Siapkan 60 Ribu Lebih Tempat Duduk, Rute Tanjungkarang–Kertapati Terjual 98 Persen
Selasa, 03 Maret 2026 -
BBPOM Bandar Lampung Temukan 59 Produk Kedaluwarsa di 11 Titik Distribusi, 21 Sampel Takjil Dinyatakan Aman
Selasa, 03 Maret 2026
Bandar Lampung-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melakukan penandatangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan perusahaan pupuk dan perbankan di ruang rapat utama kantor Gubernur Lampung, Rabu (19/2/2020).
MoU tersebut berkaitan dengan realisasi program Kartu Petani Berjaya (KPB), yang merupakan program kerja unggulan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi untuk memudahkan petani mendapatkan pelayanan terpadu mulai dari pembelian pupuk, desinfektan, permodalan hingga pembinaan usaha tani dan budidaya pertanian.
“Program ini jadi pertama yang ada di provinsi di Indonesia, tujuan utamanya tidak lain adalah bangkitnya ekonomi kerakyatan khususnya para petani di Lampung," ucap Gubernur.
Sementara Manager PT Pusri Area Lampung, Taufiek mengatakan penyaluran pupuk subsidi didasarkan pada aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah baik terkait jumlah dan harga.
“Di luar subsidi, PT Pusri siap memenuhi kebutuhan Urea dan NPK kepada seluruh petani di Provinsi Lampung, apalagi dengan adanya program Kartu Petani Berjaya ini,” kata Taufiek.
Dijelaskan, saat ini PT Pusri memiliki tiga pabrik NPK dengan kapasitas 300.000 ton per tahun. Sehingga siap menyuplai kebutuhan NPK untuk petani di Lampung.
Penandatangan tersebut juga dilakukan PT Petrokimia Gresik, Bank Lampung, PT Bank Mandiri, PT Bank Negara Indonesia, serta Bank Rakyat Indonesia. (*)- Penulis : Siti Khoiriah
- Editor :
Berita Lainnya
-
Rabu, 04 Maret 2026Gudang BBM di Tanjung Bintang Terbakar, Damkar Kerahkan 3 Armada
-
Selasa, 03 Maret 2026Pemprov Lampung Gelontorkan Rp130 Miliar Bangun Jalan Umbul Mesir - Rawa Pitu
-
Selasa, 03 Maret 2026Jelang Mudik KAI Siapkan 60 Ribu Lebih Tempat Duduk, Rute Tanjungkarang–Kertapati Terjual 98 Persen
-
Selasa, 03 Maret 2026BBPOM Bandar Lampung Temukan 59 Produk Kedaluwarsa di 11 Titik Distribusi, 21 Sampel Takjil Dinyatakan Aman









