Warga Tanjung Raja Giham Ingin Limbah Pabrik Tapioka Segera Diselesaikan
Masyarakat Tanjung Raja Giham, menyerahkan permasalahan limbah pabrik tapioka milik PT Bumi Waras (BW) yang diduga telah merusak lahan pertanian kepada tim Jokowi Kerja (Joker) Way Kanan. Foto: Sandi
Way Kanan-Masyarakat Tanjung Raja Giham, Kecamatan Blambangan Umpu menyerahkan permasalahan limbah pabrik tapioka PT Bumi Waras (BW) yang diduga telah merusak lahan pertanian kepada tim Jokowi Kerja (Joker) Way Kanan.
Johan selaku tokoh masyarakat Tanjung Raja Giham mengatakan, kejadian limbah ini sudah terjadi sejak satu tahun yang lalu, namun hingga kini tidak ada pihak-pihak yang dapat memediasi.
Dikatakan, warga sudah berkali kali mendatangi pihak perusahaan namun tidak ditanggapi.
"Kami mengharapkan pemerintah daerah dapat membantu masyarakat menyelesaikan permasalahan ini, melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Way Kanan. Yang mana telah lama turun ke lokasi kejadian dan melihat langsung keadaan yang sebenarnya.
Namun dari pihak perusahaan belum juga menyelesaikan permasalah ini. Harapan saya dan masyarakat yang lainnya yang terkena dampak dari limbah PT BW secepatnya ada penyelesaian," ungkapnya.
Johan menambahkan, saat ini masyarakat korban limbah PT BW di Tanjung Raja Giham sudah sepenuhnya mempercayakan masalah itu kepada tim Joker Way Kanan.
“Saya dan tim Joker akan berupaya memperjuangkan dan memediasi permasalahan ini hingga tuntas. Namun jika upaya kami tetap tidak didengarkan serta tidak di tanggapi juga dan tidak diselesaikan oleh pihak perusahaan, maka masyarakat Tanjung Raja Giham dan tim Joker akan menduduki PT BW. Sampai dengan tuntutan masyarakat Tanjung Raja Giham dipenuhi oleh pihak perusahaan," tutupnya. Hingga berita dilansir, manajemen perusahaan tapioka belum bisa dihubungi. (*)
Berita Lainnya
-
Satu Keluarga Asal Way Kanan Jadi Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS Vs Truk Tangki di Sumsel
Kamis, 07 Mei 2026 -
Warga Gotong Royong Temui DPRD Lampung, Adukan Klaim Tanah Hingga Gugatan Rp70 Miliar
Kamis, 30 April 2026 -
HUT ke-27 Way Kanan, Bupati Ayu Asalasiyah Tekankan Sinkronisasi dan Kolaborasi Pembangunan
Senin, 27 April 2026 -
Gubernur Lampung Tinjau Jalan di Way Kanan, Rp 172,2 Miliar Dialokasikan untuk Perbaikan 20,20 Km
Rabu, 08 April 2026
Johan selaku tokoh masyarakat Tanjung Raja Giham mengatakan, kejadian limbah ini sudah terjadi sejak satu tahun yang lalu, namun hingga kini tidak ada pihak-pihak yang dapat memediasi.
Dikatakan, warga sudah berkali kali mendatangi pihak perusahaan namun tidak ditanggapi.
"Kami mengharapkan pemerintah daerah dapat membantu masyarakat menyelesaikan permasalahan ini, melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Way Kanan. Yang mana telah lama turun ke lokasi kejadian dan melihat langsung keadaan yang sebenarnya.
Namun dari pihak perusahaan belum juga menyelesaikan permasalah ini. Harapan saya dan masyarakat yang lainnya yang terkena dampak dari limbah PT BW secepatnya ada penyelesaian," ungkapnya.
Johan menambahkan, saat ini masyarakat korban limbah PT BW di Tanjung Raja Giham sudah sepenuhnya mempercayakan masalah itu kepada tim Joker Way Kanan.
“Saya dan tim Joker akan berupaya memperjuangkan dan memediasi permasalahan ini hingga tuntas. Namun jika upaya kami tetap tidak didengarkan serta tidak di tanggapi juga dan tidak diselesaikan oleh pihak perusahaan, maka masyarakat Tanjung Raja Giham dan tim Joker akan menduduki PT BW. Sampai dengan tuntutan masyarakat Tanjung Raja Giham dipenuhi oleh pihak perusahaan," tutupnya. Hingga berita dilansir, manajemen perusahaan tapioka belum bisa dihubungi. (*)
- Penulis :
- Editor :
Berita Lainnya
-
Kamis, 07 Mei 2026Satu Keluarga Asal Way Kanan Jadi Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS Vs Truk Tangki di Sumsel
-
Kamis, 30 April 2026Warga Gotong Royong Temui DPRD Lampung, Adukan Klaim Tanah Hingga Gugatan Rp70 Miliar
-
Senin, 27 April 2026HUT ke-27 Way Kanan, Bupati Ayu Asalasiyah Tekankan Sinkronisasi dan Kolaborasi Pembangunan
-
Rabu, 08 April 2026Gubernur Lampung Tinjau Jalan di Way Kanan, Rp 172,2 Miliar Dialokasikan untuk Perbaikan 20,20 Km








