Pengamat: Kondisi Jalan Bergelombang, Jadi Faktor Utama Kecelakaan di JTTS
Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Wilayah Lampung Aditya Mahatidanar Hidayat.Foto:Ist
Bandar Lampung- Marak terjadinya kecelakaan di ruas Jalan Tol Trans Sumatera
(JTTS), Hal ini diduga diakibatkan kurang ratanya permukaan jalan tol.
Hal ini disampaiakan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Wilayah
Lampung, Aditya Mahatidanar Hidayat atau yang biasa disapa Adit, saat dihubungi
via Whatshap pada Selasa (11/02/2020).
Adit mengatakan, seperti yang diketahui bersama, jalan tol ruas Bakauheni -
Terbanggi Besar itu memiliki tingkat arus lalu lintas yang tinggi. Namun
menurutnya, jalan yang bergelombang itu juga menyebabkan pengendara bisa saja
mengalami hilangnya kosentrasi, apalagi didukung karakteristik pengendaran yang
melebihi kecepatan maximum jalan tol.
"Saran saya sih mungkin di segmen jalan tertentu dipasang speed bump
untuk menghindari hilangnya kosentrasi tersebut, dan mungkin lebih diperhatikan
rambu rambu yang telah ada. Yang berkaitan dengan kecepatan maximal dan minumum
jalan tol," ungkapnya.
Menurut akademisi Universitas Bandar Lampung (UBL) yang saat ini tengah
menempuh pendidikan di Thailand ini, kondisi jalan ruas tol yang tidak rata
dan bergelombang, menjadi salah satu
faktor penyebab terjadinya kecelakan di jalan tol.
"Harusnya ruas jalan tol dibuat serata mungkin , agar kendaraan tidak
hilang keseimbangan saat melaju dengan kecepatan tinggi," ujarnya.
Menurutnya rambu-rambu yang saat ini terpasang di sepanjang jalan tol sudah sesuai, hanya saja kondisi jalannya yang kurang baik. "Saya menghimbau tetap patuhi rambu rambu lalu lintas dan istirahatlah sejenak jika sudah merasa ngantuk atau jenuh saat berkendara," ujarnya.(*)
Berita Lainnya
-
Kemenkes Kirim 15 Ribu Dosis Vaksin Campak ke Lampung
Jumat, 06 Maret 2026 -
BPJN Lampung Kebut Penutupan 7.174 Titik Lubang Jalan Nasional Sebelum Lebaran
Jumat, 06 Maret 2026 -
Inisiasikan Desa Cahaya hingga Program Berkah Ramadan, YBM PLN UID Lampung Salurkan Zakat Rp 2,4 M Sepanjang Tahun 2025
Jumat, 06 Maret 2026 -
LPG 3 Kilogram Langka dan Mahal di Lambar, Pemkab Ajukan Tambahan Kuota ke Pertamina
Jumat, 06 Maret 2026









