Diskes Lampung Sebut Semua Kabupaten/Kota Rawan Endemik DBD
Kepala Diskes Provinsi Lampung, Reihana saat memberi keterangan, Sabtu (8/2/2020). Foto: Ist
Bandar Lampung-Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Lampung ingin memperluas pelatihan juru pemantau jentik (jumantik), untuk mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kepala Diskes Provinsi Lampung, Reihana mengatakan pihaknya dan Diskes kabupaten/kota terus melakukan koordinasi. Ia menginstrusikan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) harus terus dilakukan dengan gerakan 3M plus.
"Semakin banyak masyarakat yang secara sukarela mengikuti pelatihan jumantik, upaya pencegahan DBD akan semakin efektif," kata Reihana, Sabtu (8/2/2020).
Dikatakan, program PSN dilakukan dengan menguras atau membersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es, dan tempat lainnya.
Selanjutnya, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.
"Kami punya program PSN, 1 rumah 1 jumantik. Di sekolah, desa dan kecamatan juga terus dilakukan pelatihan jumantik oleh pihak dinas kesehatan setempat," imbuhnya.
Dia menambahkan, semua kabupaten/kota rawan endemik penyebaran jentik nyamuk DBD. Oleh sebab itu, semua pihak harus terlibat aktif untuk memerangi demam berdarah dengue dengan menjaga pola hidup dan lingkungan yang sehat.
"Untuk fogging dan bubuk abate sudah siap sampai kabupaten/kota. Begitu juga alat fogging sudah disebarkan ke kabupaten/kota, bahkan di setiap daerah sudah ada alatnya. Bila kurang, berkoordinasi dengan provinsi. Masyarakat juga harus aktif melapor kepada aparatur setempat," katanya. (*)
Berita Lainnya
-
Rumah Sekaligus Gudang Elektronik di Tanjung Karang Pusat Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp200 juta
Sabtu, 11 April 2026 -
Herman Khaeron: Demokrat Harus Solid dan Rebut Kembali Kepercayaan Rakyat di 2029
Sabtu, 11 April 2026 -
Truk Tangki Terguling di Jalan Soekarno Hatta Bandar Lampung
Sabtu, 11 April 2026 -
Kejati Lampung Ungkap Keterlibatan Arinal di Kasus Korupsi PT LEB
Sabtu, 11 April 2026
Kepala Diskes Provinsi Lampung, Reihana mengatakan pihaknya dan Diskes kabupaten/kota terus melakukan koordinasi. Ia menginstrusikan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) harus terus dilakukan dengan gerakan 3M plus.
"Semakin banyak masyarakat yang secara sukarela mengikuti pelatihan jumantik, upaya pencegahan DBD akan semakin efektif," kata Reihana, Sabtu (8/2/2020).
Dikatakan, program PSN dilakukan dengan menguras atau membersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es, dan tempat lainnya.
Selanjutnya, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.
"Kami punya program PSN, 1 rumah 1 jumantik. Di sekolah, desa dan kecamatan juga terus dilakukan pelatihan jumantik oleh pihak dinas kesehatan setempat," imbuhnya.
Dia menambahkan, semua kabupaten/kota rawan endemik penyebaran jentik nyamuk DBD. Oleh sebab itu, semua pihak harus terlibat aktif untuk memerangi demam berdarah dengue dengan menjaga pola hidup dan lingkungan yang sehat.
"Untuk fogging dan bubuk abate sudah siap sampai kabupaten/kota. Begitu juga alat fogging sudah disebarkan ke kabupaten/kota, bahkan di setiap daerah sudah ada alatnya. Bila kurang, berkoordinasi dengan provinsi. Masyarakat juga harus aktif melapor kepada aparatur setempat," katanya. (*)
- Penulis : Siti Khoiriah
- Editor :
Berita Lainnya
-
Sabtu, 11 April 2026Rumah Sekaligus Gudang Elektronik di Tanjung Karang Pusat Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp200 juta
-
Sabtu, 11 April 2026Herman Khaeron: Demokrat Harus Solid dan Rebut Kembali Kepercayaan Rakyat di 2029
-
Sabtu, 11 April 2026Truk Tangki Terguling di Jalan Soekarno Hatta Bandar Lampung
-
Sabtu, 11 April 2026Kejati Lampung Ungkap Keterlibatan Arinal di Kasus Korupsi PT LEB








