Potret Pasar Terminal Kemiling, Buk Des Jadi Pedagang Satu-satunya
Buk Des menjadi satu-satunya pedagang yang masih bertahan di Pasar Terminal Kemiling. Foto: Sri
Bandar Lampung-Meski lapak di Pasar Terminal Kemiling, Bandar Lampung digratiskan, pedagang enggan berjualan di tempat ini. Mereka berdalih, tidak ada warga yang mengunjungi pasar tersebut.
Warga lebih memilih mendatangi Pasar Rakyat Tani, yang berjarak sekitar satu kilometer dari Pasar Terminal Kemiling. Buk Des, menjadi satu-satunya pedagang makanan yang masih bertahan berjualan di dalam Pasar Terminal Kemiling.
"Ya tiap hari dagangnya sendirian saja, mulai dari jam 08.00 WIB sampai sore hari. Tapi banyak juga yang pesan makanan, ada juga yang langsung ke sini," kata Buk Des saat ditemui di lokasi, Selasa (4/2/2020).
Ia, pun menyayangkan kondisi Pasar Terminal Kemiling yang sepi pedagang. Karena, saat ini hanya dirinya yang berjualan di dalam pasar itu. "Ya sangat di sayangkan. Dikasih gratis aja nggak mau, padahal pasarnya strategis kok," tuturnya.
Menurutnya, jika semua pedagang Pasar Rakyat Tani pindah ke Pasar Terminal Kemiling, dipastikan akan lebih ramai. Apalagi, saat ini Pasar Rakyat Tani hanya buka dua kali dalam satu minggu.
"Sebenarnya pembelinya ada, ramai, tapi pedagangnya nggak lengkap. Jadi pembeli beralih ke pasar lain. Tapi kemungkinan kalau Pasar Tani tutup, pedagangnya pindah ke sini semua bakal ramai," tandasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Gubernur Lampung bersama 5 Tokoh Adat Sai Batin Bahas Penguatan Kebudayaan
Sabtu, 27 Juni 2026 -
Antrean Solar di SPBU Kian Parah, DPRD Lampung Bakal Panggil Pertamina
Sabtu, 27 Juni 2026 -
3.600 Karateka dari 87 Kontingen Ramaikan Piala Presiden 2026 di Lampung
Sabtu, 27 Juni 2026 -
Jokowi di Rakorda PSI Bandar Lampung: Target Bukan Sekadar Lolos ke Senayan
Sabtu, 27 Juni 2026
Warga lebih memilih mendatangi Pasar Rakyat Tani, yang berjarak sekitar satu kilometer dari Pasar Terminal Kemiling. Buk Des, menjadi satu-satunya pedagang makanan yang masih bertahan berjualan di dalam Pasar Terminal Kemiling.
"Ya tiap hari dagangnya sendirian saja, mulai dari jam 08.00 WIB sampai sore hari. Tapi banyak juga yang pesan makanan, ada juga yang langsung ke sini," kata Buk Des saat ditemui di lokasi, Selasa (4/2/2020).
Ia, pun menyayangkan kondisi Pasar Terminal Kemiling yang sepi pedagang. Karena, saat ini hanya dirinya yang berjualan di dalam pasar itu. "Ya sangat di sayangkan. Dikasih gratis aja nggak mau, padahal pasarnya strategis kok," tuturnya.
Menurutnya, jika semua pedagang Pasar Rakyat Tani pindah ke Pasar Terminal Kemiling, dipastikan akan lebih ramai. Apalagi, saat ini Pasar Rakyat Tani hanya buka dua kali dalam satu minggu.
"Sebenarnya pembelinya ada, ramai, tapi pedagangnya nggak lengkap. Jadi pembeli beralih ke pasar lain. Tapi kemungkinan kalau Pasar Tani tutup, pedagangnya pindah ke sini semua bakal ramai," tandasnya. (*)
- Penulis : Sri
- Editor :
Berita Lainnya
-
Sabtu, 27 Juni 2026Gubernur Lampung bersama 5 Tokoh Adat Sai Batin Bahas Penguatan Kebudayaan
-
Sabtu, 27 Juni 2026Antrean Solar di SPBU Kian Parah, DPRD Lampung Bakal Panggil Pertamina
-
Sabtu, 27 Juni 20263.600 Karateka dari 87 Kontingen Ramaikan Piala Presiden 2026 di Lampung
-
Sabtu, 27 Juni 2026Jokowi di Rakorda PSI Bandar Lampung: Target Bukan Sekadar Lolos ke Senayan








