Terkait Kasus Pungutan Liar, Kabid Katibum: Saya Tidak Lakukan Pungutan, Tapi Saya Pernah Menerima
Kabid Katibum Satpol PP Kota Bandar Lampung, Jan Roma. Foto: Ist
Bandar Lampung-Kabid Katibum Satpol PP Kota Bandar Lampung, Jan Roma membantah telah melakukan pungutan liar (pungli). Namun, ia tidak memungkiri pernah menerima uang dari para pedagang tersebut.
"Kalau pungutan sepanjang jalan itu nggak ada. Tapi nggak, yang namanya sudah tiap bulan itu nggak ada, baru sekali dua kali, selama empat tahun saya bekerja," kata Jan Roma saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (3/2/2020).
Ia menegaskan tidak pernah melakukan pemungutan tersebut. Namun, dirinya hanya melakukan pengecekan di lapangan secara langsung kepada para pedagang sepanjang Tugu Raden Intan sore hingga malam.
"Kalau meminta atau lakukan pemungutan saya tidak pernah. Tapi kalau menerima uang pernah, tapi hanya sekali dua kali. Paling kebetulan lewat, 'pak ini pak,' kok lanjut ceritanya panjang. Ini musibah gara-gara pedagang pernah ngasih. Ya saya lebih baik istiqfar saja," ungkapnya.
Ia merasa bahwa penerimaan itu bukan merupakan kegiatan pungli. Karena tidak ada unsur pengancaman terhadap para pedagang.
"Kita kan bukan pungli ya, artinya bukan maksa-maksa. Nggak ada unsur kita mau ngancam-ngancam," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, nama Jan Roma disebutkan oleh Leha, salah satu pedagang yang berjualan gorengan di jalan Teuku Umar diduga melakukan pungli kepada para PKL. Pengaduan tersebut disampaikan langsung oleh pedagang kepada Walikota Bandar Lampung Herman HN, saat melakukan dialog interaktif dengan masyarakat dalam peresmian Kantor Kelurahan Surabaya, Kecamatan Kedaton. (*)
Berita Lainnya
-
BATIQA Hotel Lampung Gelar Buka Puasa Bersama dan Berbagi Kebahagiaan dengan Panti Asuhan Jabal Nur
Rabu, 18 Maret 2026 -
PTPN I Reg.7 Antar 80 Pemudik Gratis ke Bandung dan Yogya
Rabu, 18 Maret 2026 -
PPPK Paruh Waktu Demo Tuntut THR Rp 1,2 Juta, Pemkot Metro hanya Beri Rp 300 Ribu
Rabu, 18 Maret 2026 -
Nuzulul Qur’an di Kodam Raden Inten, Pangdam Ajak Prajurit Perkuat Iman
Selasa, 17 Maret 2026
"Kalau pungutan sepanjang jalan itu nggak ada. Tapi nggak, yang namanya sudah tiap bulan itu nggak ada, baru sekali dua kali, selama empat tahun saya bekerja," kata Jan Roma saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (3/2/2020).
Ia menegaskan tidak pernah melakukan pemungutan tersebut. Namun, dirinya hanya melakukan pengecekan di lapangan secara langsung kepada para pedagang sepanjang Tugu Raden Intan sore hingga malam.
"Kalau meminta atau lakukan pemungutan saya tidak pernah. Tapi kalau menerima uang pernah, tapi hanya sekali dua kali. Paling kebetulan lewat, 'pak ini pak,' kok lanjut ceritanya panjang. Ini musibah gara-gara pedagang pernah ngasih. Ya saya lebih baik istiqfar saja," ungkapnya.
Ia merasa bahwa penerimaan itu bukan merupakan kegiatan pungli. Karena tidak ada unsur pengancaman terhadap para pedagang.
"Kita kan bukan pungli ya, artinya bukan maksa-maksa. Nggak ada unsur kita mau ngancam-ngancam," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, nama Jan Roma disebutkan oleh Leha, salah satu pedagang yang berjualan gorengan di jalan Teuku Umar diduga melakukan pungli kepada para PKL. Pengaduan tersebut disampaikan langsung oleh pedagang kepada Walikota Bandar Lampung Herman HN, saat melakukan dialog interaktif dengan masyarakat dalam peresmian Kantor Kelurahan Surabaya, Kecamatan Kedaton. (*)
- Penulis :
- Editor :
Berita Lainnya
-
Rabu, 18 Maret 2026BATIQA Hotel Lampung Gelar Buka Puasa Bersama dan Berbagi Kebahagiaan dengan Panti Asuhan Jabal Nur
-
Rabu, 18 Maret 2026PTPN I Reg.7 Antar 80 Pemudik Gratis ke Bandung dan Yogya
-
Rabu, 18 Maret 2026PPPK Paruh Waktu Demo Tuntut THR Rp 1,2 Juta, Pemkot Metro hanya Beri Rp 300 Ribu
-
Selasa, 17 Maret 2026Nuzulul Qur’an di Kodam Raden Inten, Pangdam Ajak Prajurit Perkuat Iman








