• Jumat, 15 Mei 2026

Program Bakal Calon Walikota Bandar Lampung Firmansyah : Setiap RT Akan Punya Usaha Berbasis Komunitas, Modal dan Pendampingan

Minggu, 02 Februari 2020 - 17.00 WIB
141

Bakal Calon Walikota Bandar Lampung Firmansyah menyampaikan rencana program kerjanya dalam talkshow Kupas TV Lampung yang dipandu langsung oleh Dirut Kupas Tuntas Donald Harris Sihotang, Rabu (30/1/2020). Foto : tampan/kupastuntas.co

Bandar Lampung - Dalam memajukan ekonomi di suatu daerah, maka para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) harus mendapat perhatian dari pemerintah. Terutama dalam perizinan dan permodalan. Firmansyah punya konsep untuk membangun ekonomi kerakyatan dengan menciptakan usaha berbasis lingkungan setingkat RT dengan penyertaan modal mencapai Rp15 juta setiap RT di Bandar Lampung.

“Yang pertama adalah mudahkan perizinan. Saya jumpa dengan beberapa teman pelaku UMKM. Banyak mereka yang dikirim surat dari Polda, dipanggil karena belum ada izin. Menurut saya dalam hal ini pemerintah harus hadir. UMKM harus disupport karena ini yang menjadi pilar kekuatan ekonomi kita,” jelas Bakal Calon Walikota Bandar Lampung Firmansyah dalam talkshow Kupas TV Lampung yang dipandu langsung oleh Dirut Kupas Tuntas Donald Harris Sihotang, Rabu (30/1/2020).

Dengan berkembangnya UMKM, maka akan terbuka lapangan kerja. Apalagi dengan teknologi informasi sat ini bisa dibangun usaha berbasis komunitas. Seperti Bukapalak, Tokopedia, dan sebagainya. Maka Firmansyah mendorong UMKM bisa berkembang di semua RT.

“Alangkah bagusnya kalau pemerintah bisa memfasilitasi itu. Program ini yang pertama ada pendampingan, pembimbingan kemudian kita pastikan usaha berjalan dengan cara yang benar. Maka akan kita buat lembaga inkubator bisnis dan teknologi untuk membimbing pelaku usaha dalam mendistribusi produksi mereka,” jelas dia panjang lebar.

Yang paling penting adalah akses permodalan. Dalam hal ini pemerintah harus hadir dan mengalokasikan dana bergulir tanpa riba. Kalur di Bandar Lampung ada sekitar 2.000 RT, jika diberikan dana Rp15 juta saja itu sudah lebih dari cukup untuk menghidupi usaha tersebut. Dengan adanya bantuan modal tanpa riba, tentunya akan membantu pelaku usaha terlepas dari jeratan para rentenir.

“Kalau dikalikan Rp15 juta tiap RT itu sekitar Rp30 miliar. Itu dana yang tidak besar, karena kita bangun flyover saja bisa lebih dari Rp50 miliar. Kita juga bisa tunda dulu bangun itu kita pakai untuk mendorong tumbuhnya UMKM,” tegas Firman.

Program ini juga dimungkinkan dapat digarap oleh para generasi muda. Sebab saat nni anak-anak milenial sudah tidak asing dengan teknologi informasi dan sistem perdagangan online. Maka dari itu, fungsi Kantor Kelurahan juga akan dimaksimalkan sebagai wadah bagi para anak-anak muda untuk membangun usaha.

“Harapan saya setiap kelurahan itu akan muncul start up baru. Kemudian anak—anak muda dan para mahasiswa juga bisa ikut berkontribusi. Dengan kemajuan teknologi jelas bisa memunculkan lapangan kerja dan usaha baru. Saya yakin dengan potensi yang ada, Bandar Lampung ini bisa makmur selama pemerintahnya aware,” ujarnya.

Tak hanya UMKM, para pengusaha denga skala besar juga harus disupport. Salah satu caranya yaitu dengan memberikan kemudahan perizinan dan stimulan. Contohnya, sambung dia, pengusaha yang ingin membuka usaha, wajib merekrut 100 tenaga kerja dari Bandar Lampung.

Imbasnya, pengusaha itu diringankan dalam pembayaran pajak. Seperti dibebaskan biaya PBB untuk tahun pertama. Kemudian, usaha-usaha besar juga bisa berkontribusi untuk kemajuan UMKM di sekitarnya karena bisa saling membantu.

“Misalnya kebutuhan hotel, bahan-bahan yang dibutuhkan itu didapat dari UKM di sekitarnya, sehingga usaha yang besar ini akan membantu yang kecil. Sehingga efeknya bisa dirasakan oleh masyarakat. Jika kota ini sudah makmur dan sejahtera, maka kriminalitas juga akan menurun,” tuturnya. (*)

Editor :