• Minggu, 17 Mei 2026

Barang untuk Program Sembako Diubah

Minggu, 02 Februari 2020 - 17.38 WIB
163

Kepala Dinas Sosial Lampung Selatan, Dulkahar. Foto: Ist

Lampung Selatan-Kepala Dinas Sosial Lampung Selatan, Dulkahar mengatakan, terdapat perubahan dalam penyaluran program Bantuan Pangan Non Tunai atau sekarang disebut program Sembako untuk membantu keluarga kurang mampu tersebut. Mulai dari perubahan nama program, besaran anggaran yang diterima KPM sampai jumlah komoditi.

 

"Sekarang ini ada perubahan sistem. KPM tidak hanya mendapatkan beras dan telur, tetapi uang dari program ini dapat ditukarkan juga dengan sayur, kacang-kacangan dan buah," ujarnya, baru-baru ini.

 

"Anggarannya sudah masuk ke KPM pada minggu-minggu kemarin, karena memang sesuai jadual dana bagi KPM dikirim setiap tanggal 10. Dan untuk program yang baru ini, naik dari Rp110.000 menjadi Rp150.000," kata Dulkahar.

 

Ia berpendapat, dengan adanya perubahan sistem tersebut maka KMP seperti merdeka, karena KMP dapat menukarkan dengan barang-barang yang benar-benar dibutuhkan sehari-hari.

 

"Idealnya begitu, tapi kondisi di lapangan belum siap, karena warung kita yang menjual (menukarkan) itu langkah. Makanya kami sayangkan, duit sudah masuk rekening, kita baru sosialisasi jenis-barang yang disiapkan dan juga hasil (rapat)nya juga belum dapat diputuskan," kata Dulkahar.

 

Pada prinsipnya, Dulkahar berpendapat, penyediaan barang sudah bukan lagi tanggungjawab pihaknya. Itu adalah kewenangan dari pada mitra bank yang dalam hal ini adalah BRI melalui BRILink.

 

"Kalau kita nggak mau pusing, harusnya bank yang menyediakan warung dan komuditinya, tinggal KPM yang menukarkan pada saat ada pencairan," tegasnya.

 

Ia menambahkan, jumlah KMP untuk tahun 2020 mencapai 85.421 penerima. Namun, namun KPM yang telah menerima kartu kombo (penukaran) belum menyeluruh hanya sekitar 80-an ribu.

"Makanya, sisanya akan diverval (verifikasi dan validasi) lagi," katanya. (*)

Editor :
Lampung Selatan-Kepala Dinas Sosial Lampung Selatan, Dulkahar mengatakan, terdapat perubahan dalam penyaluran program Bantuan Pangan Non Tunai atau sekarang disebut program Sembako untuk membantu keluarga kurang mampu tersebut. Mulai dari perubahan nama program, besaran anggaran yang diterima KPM sampai jumlah komoditi.

 

"Sekarang ini ada perubahan sistem. KPM tidak hanya mendapatkan beras dan telur, tetapi uang dari program ini dapat ditukarkan juga dengan sayur, kacang-kacangan dan buah," ujarnya, baru-baru ini.

 

"Anggarannya sudah masuk ke KPM pada minggu-minggu kemarin, karena memang sesuai jadual dana bagi KPM dikirim setiap tanggal 10. Dan untuk program yang baru ini, naik dari Rp110.000 menjadi Rp150.000," kata Dulkahar.

 

Ia berpendapat, dengan adanya perubahan sistem tersebut maka KMP seperti merdeka, karena KMP dapat menukarkan dengan barang-barang yang benar-benar dibutuhkan sehari-hari.

 

"Idealnya begitu, tapi kondisi di lapangan belum siap, karena warung kita yang menjual (menukarkan) itu langkah. Makanya kami sayangkan, duit sudah masuk rekening, kita baru sosialisasi jenis-barang yang disiapkan dan juga hasil (rapat)nya juga belum dapat diputuskan," kata Dulkahar.

 

Pada prinsipnya, Dulkahar berpendapat, penyediaan barang sudah bukan lagi tanggungjawab pihaknya. Itu adalah kewenangan dari pada mitra bank yang dalam hal ini adalah BRI melalui BRILink.

 

"Kalau kita nggak mau pusing, harusnya bank yang menyediakan warung dan komuditinya, tinggal KPM yang menukarkan pada saat ada pencairan," tegasnya.

 

Ia menambahkan, jumlah KMP untuk tahun 2020 mencapai 85.421 penerima. Namun, namun KPM yang telah menerima kartu kombo (penukaran) belum menyeluruh hanya sekitar 80-an ribu.

"Makanya, sisanya akan diverval (verifikasi dan validasi) lagi," katanya. (*)

Berita Lainnya

-->