Bakal Calon Walikota Firmansyah : Konsep Bandar Lampung Berjamaah untuk Seluruh Masyarakat
Calon Wali Kota Bandar Lampung Firmasnsyah berbagi cerita tentang pengalamannya sebagai anggota DPRD, Rektor hingga pencalonannya maju sebagai calon kepala daerah. Foto : Tampan/kupastuntas.co
Bandar Lampung - Pakaian gamis berwana putih dengan peci yang sewarna menunjukkan khas dari sosoknya. Dengan senyum ramah, ia menyalami semua jajaran Kupas Tuntas yang bertamu ke ruang kerjanya, Rabu (30/1/2020). Ia adalah Rektor Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Firmansyah.
Calon Wali Kota Bandar Lampung Periode 2021-2026 berbagi banyak cerita tentang pengalamannya sebagai anggota DPRD, Rektor hingga pencalonannya maju sebagai calon kepala daerah.
Firmansyah mengaku awalnya belum terpikirkan untuk maju dalam pilkada karena masih fokus mengembangkan Kampus Darmajaya. Namun banyak kerabat dan keluarga yang mendorongnya untuk maju dalam kontestasi pilkada ini.
“Awalnya saya menolak karena saya merasa tugas saya di Darmajaya belum selesai. Namun setelah saya istikharah dan konsultasi dengan para ulama dan tokoh, saya memutuskan untuk melangkah untuk bisa berkontribusi bagi Kota Bandar Lampung,” ujarnya dalam talkshow Kupas TV Lampung yang dipandu langsung oleh Dirut Kupas Tuntas Donald Harris Sihotang.
“Saya berpikir Bandar Lampung ini perlu sentuhan dari seorang akademisi. Karena ini kota besar, banyak problematika. Kenapa perlu akademisi? karena akademisi terbiasa berpikir sistematis dan melakukan perencanaan. Kemudian akademisi selalu melibatkan banyak orang,” kata dia.
Selain perencanaan, seorang kepala daerah juga harus punya kemampuan mengeksekusi. Dan bagi Firmansyah, melakukan eksekusi bukan hal yang baru. Karena ia juga seorang pebisnis yang mengelola berbagai usaha. Terlebih ia juga sudah pengalaman 10 tahun menjabat sebagai anggota DPRD.
Terkait konsep Bandar Lampung Berjamaah yang diusungnya, Firman pun menceritakaan secara detail. Menurutnya, sebagai seorang Muslim punya kewajiban untuk mengingatkan sesama agar ingat Allah. Jadi panggung politik ini awalnya untuk sarana dakwah. Lantas mengapa disebut berjamaah?Karena menyelesaikan berbagai masalah ini tidak bisa sendirian. Setiap kepala daerah pasti punya keterbatasan.
“Mungkin dia (kada) ahli ekonomi, tapi tidak ahli hukum dan tehnik. Maka kepala daerah harus punya manajerial yang baik. Kepala daerah harus bisa memaksimalkan kapabilitas yang dimiliki seluruh masyarakat untuk kepentingan Kota bandar Lampung,” sebutnya.
“Maka seorang wali kota harus berjamaah, harus bersama-sama dengan seluruh lapisan masyarakat menyelesaikan masalah. Maka perlu peran serta dari semua kalangan dan semua agama,” imbuh Firman.
Menurut Firman, konsep berjamaah ini tidak hanya berlaku dalam Islam saja. Soal kebersamaan tentunya juga adalah bagian dari semua agama untuk menyarankan umatnya berjamaah bersama-sama.
“Mengapa saya memaki tagline itu tujuannya untuk menyadarkan semua masyarakat, bahwa perlu peran serta kita semua. Adapun Berjamaah itu singkatan dari bersih, jujur, adil, makmur, dan amanah,” tutupnya. (*)
Berita Lainnya
-
Realisasi KUR di Lampung Hingga Mei 2026 Capai Rp 3,59 Triliun, Pertanian Serap Paling Banyak
Jumat, 15 Mei 2026 -
PTPN I (Persero) Targetkan Ekspor Tembakau ke Rusia-China di 2026
Jumat, 15 Mei 2026 -
Ribuan Pelanggan PLN Lampung Manfaatkan Diskon Tambah Daya 50 Persen, Aktivitas di Rumah Makin Nyaman dan Lancar
Kamis, 14 Mei 2026 -
Mahasiswa Terbaik Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia Terapkan PLTS untuk Pertanian Hidroponik Berkelanjutan di Lampung
Kamis, 14 Mei 2026








