12 Hari Tergolek, Dokter Anggap Marhaban Tak Punya Penyakit
Marhaban warga Desa Brajaindah, Kecamatan Brajaselebah, mengalami penyakit aneh yang tidak terdeteksi oleh medis. Foto: Agus/kupastuntas.co
Lampung
Timur - Suara adzan maghrib terdengar samar, penerangan boklam listrik berukuran
40 watt, menerangi remang di sebuah ruang, tampak terbaring tak berdaya seorang
pria bernama Marhaban, tergolek lemas di
atas "amben" renta. Pria bernasib malang itu merupakan warga Desa
Brajaindah, Kecamatan Brajaselebah, Minggu (2/2/2020).
Pria yang
tergolek tak berdaya itu, seakan hendak mengeluarkan kata-kata, tapi lidahnya
seperti terkunci, matanya memandang kosong menatap langit-langit rumahnya, air
infus menetes kecil, butiran air bervitamin itu merasuk dalam tubuh pria
tersebut melalui urat tangan, sebagai pengganti makanan.
Seorang
perempuan berbaju daster bercorak garis merah, putih menatap penuh belas kasih,
tangan kanannya mengelus kening pria yang "tergolek" lemah, perempuan
yang sedang hamil 8 bulan itu merupakan istri dari lelaki yang tidak berdaya
yang terbaring di samping kanan nya. "Apa mau ngomong apa, mas,” ucap Siti
kepada suaminya.
Siti
mengatakan, suaminya mulai mengalami pesakitan sudah dua belas hari, dengan
kondisi seperti orang "koma", ironisnya ujar Siti, menurut keterangan
dokter di Rumah Sakit Umum Kota Metro, pria berumur 32 tahun itu tidak
mengalami penyakit apapun.
"Pertama
seperti ini tanggal 20 Januari, 12 hari lalu, dan dirawat di Rumah Sakit Umum
Kota Metro, kata dokter tidak ada penyakit apa-apa,” ujar Siti.
Sebelum dibawa
pulang, pria satu anak itu, setelah di rawat selama 4 hari di RS Umum Kota
Metro, dibawa keluarganya ke Natar, Lampung Selatan.
"Lagi-lagi
di cek dokter di Natar tidak ada penyakit apapun, tapi anehnya kondisi suami
saya tidak bisa ngapa-ngapa,” ujar ibu satu anak itu.
Lanjutnya,
setelah dokter bilang tidak ada penyakit dan meminta keluarga untuk membawa
pulang saja, akhirnya keluarga memutuskan membawa pulang Marhaban, dan di rumah
pun Marhaban hanya bisa berbaring tanpa bergerak.
"Sedikit
ada perubahan setelah didoakan oleh pak ustad, namun perubahannya hanya matanya
bisa terbuka, sebelumnya terpejam tidak bisa membuka saat di rumah sakit,” ujar
perempuan berambut sebahu itu.
Sebenarnya
keluarga masih menginginkan Marhaban untuk dirawat di Rumah Sakit, namun karena
tidak memiliki BPJS dan tidak mendapat Kartu Indonesia Sehat (KIS), keluarga
memutuskan untuk dirawat di rumah dengan pengobatan tradisional. (*)
Berita Lainnya
-
Satu Korban KM Arof Tenggelam di Lampung Timur Ditemukan Meninggal Dunia
Rabu, 17 Juni 2026 -
Belum Sehari Dilaporkan, Polisi Ringkus Dua Pelaku Curanmor di Lampung Timur
Sabtu, 13 Juni 2026 -
Gudang Kasur dan Mebel di Lampung Timur Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai 1,5 miliar
Jumat, 12 Juni 2026 -
Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Lampung Timur, Tampung 270 Siswa SD-SMP-SMA
Jumat, 12 Juni 2026








