Siaga Virus Corona, KKP Panjang Perketat Pengawasan Bandara
Kepala KKP kelas ll Panjang R. Marjunet di kantor KKP setempat, Selasa (28/01/2020).Foto:Sri
Bandar Lampung-Mencegah masuknya virus Corona ke Lampung, Kantor Kesehatan Panjang (KKP) kelas ll Panjang memperketat pengawasan di pintu masuk Bandara Internasional Radin Inten II.
Kepala KKP kelas ll Panjang R. Marjunet, menuturkan, bandara walaupun bertaraf Internasional, namun belum ada penerbangannya langsung dari negara China maupun negara lainnya.
"Bandara kita belum ada penerbangan langsung dari negara lain, artinya penumpang sudah dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu di bandara sebelumnya,"ungkapnya di kantor KKP setempat, Selasa (28/01/2020).
Ia melanjutkan, meski bandara hanya melayani domestik atau dalam negeri tetapi tidak menutup kemungkinan memiliki resiko yang sama dengan bandara Internasional lainnya.
"Karena penyakit ini memiliki inkubasi atau selang waktu yang cukup panjang yaitu 14 hari. Artinya orang yang tertular bisa dua sampai empat belas hari itu,"paparnya.
Maka walaupun KKP sudah memasang alat, melakukan pengawasan di bandara, itu akan tetap diperiksa.
"mana yang transit terhadap orang-orang yang melakukan perjalanan luar negeri. yang nanti kita pisahkan dari area bandara. Untuk melakukan wawancara penumpang yang melakukan perjalanan luar negeri terutama China,"tuturnya.
Dan hasil data wawancara tadi lanjutnya, nanti akan dilakukan pemantauan selama 14 hari kedepan, dan kalau ada tanda-tanda sakit maka akan dirujuk kerumah sakit.
"Kalau ada orang yang patut diduga, maka akan kita rujuk ke rumah sakit agar dilakukan perawatan,"ucapnya.(*)
Berita Lainnya
-
Ribuan Pelanggan PLN Lampung Manfaatkan Diskon Tambah Daya 50 Persen, Aktivitas di Rumah Makin Nyaman dan Lancar
Kamis, 14 Mei 2026 -
Mahasiswa Terbaik Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia Terapkan PLTS untuk Pertanian Hidroponik Berkelanjutan di Lampung
Kamis, 14 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Bantah Arinal Terlibat Korupsi Dana PI 10 Persen: Sepeser Pun Tidak Pernah Menerima Uang
Rabu, 13 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Sebut Kasus Dana PI 10 Persen Janggal, Ana Sofa Yuking: Kerugian Negara Saja Tidak Ada
Rabu, 13 Mei 2026
Kepala KKP kelas ll Panjang R. Marjunet, menuturkan, bandara walaupun bertaraf Internasional, namun belum ada penerbangannya langsung dari negara China maupun negara lainnya.
"Bandara kita belum ada penerbangan langsung dari negara lain, artinya penumpang sudah dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu di bandara sebelumnya,"ungkapnya di kantor KKP setempat, Selasa (28/01/2020).
Ia melanjutkan, meski bandara hanya melayani domestik atau dalam negeri tetapi tidak menutup kemungkinan memiliki resiko yang sama dengan bandara Internasional lainnya.
"Karena penyakit ini memiliki inkubasi atau selang waktu yang cukup panjang yaitu 14 hari. Artinya orang yang tertular bisa dua sampai empat belas hari itu,"paparnya.
Maka walaupun KKP sudah memasang alat, melakukan pengawasan di bandara, itu akan tetap diperiksa.
"mana yang transit terhadap orang-orang yang melakukan perjalanan luar negeri. yang nanti kita pisahkan dari area bandara. Untuk melakukan wawancara penumpang yang melakukan perjalanan luar negeri terutama China,"tuturnya.
Dan hasil data wawancara tadi lanjutnya, nanti akan dilakukan pemantauan selama 14 hari kedepan, dan kalau ada tanda-tanda sakit maka akan dirujuk kerumah sakit.
"Kalau ada orang yang patut diduga, maka akan kita rujuk ke rumah sakit agar dilakukan perawatan,"ucapnya.(*)
- Penulis : Sri
- Editor :
Berita Lainnya
-
Kamis, 14 Mei 2026Ribuan Pelanggan PLN Lampung Manfaatkan Diskon Tambah Daya 50 Persen, Aktivitas di Rumah Makin Nyaman dan Lancar
-
Kamis, 14 Mei 2026Mahasiswa Terbaik Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia Terapkan PLTS untuk Pertanian Hidroponik Berkelanjutan di Lampung
-
Rabu, 13 Mei 2026Kuasa Hukum Bantah Arinal Terlibat Korupsi Dana PI 10 Persen: Sepeser Pun Tidak Pernah Menerima Uang
-
Rabu, 13 Mei 2026Kuasa Hukum Sebut Kasus Dana PI 10 Persen Janggal, Ana Sofa Yuking: Kerugian Negara Saja Tidak Ada








