Dua Lapak Tidak Ikut Ditertibkan, Pedagang di PKOR Minta Keadilan
Sejumlah lapak pedagang kaki lima yang hendak ditertibkan, Rabu (22/1/2020). Foto : Sule/kupastuntas.co
Bandar Lampung - Pedagang kaki lima yang berada disekitar jalan Sultan Agung PKOR Way Halim meminta keadilan kepada pemerintah Provinsi Lampung.
Rencana penggusuran yang dilakukan oleh pemerintah provinsi lampung dinilai tidak adil. Pasalnya beberapa ruko yang berada di lokasi yang sama tidak dilakukan pembongkaran, seperti Mie Aceh dan juga Soto Lamongan yang dinilai tidak terkna penggusuran.
Herman Yusuf salah satu pedagang mengungkapkan, pihaknya sudah berdagang selama 30 tahun di lokasi tersebut. Menurutnya inti dari permasalahannya adalah pedagang yang berada di tanah milik PT Way Halim.
"Sebenarnyakan yang bermasalah pedagang yang di dekat PKOR yang duduk di tanah milik PT Way Halim. Nah kita tidak merasa duduk di tanah PT Way Halim tapi kita diimbaskan, kita minta kejelasan dari Gubernur atau instansi terkait", ungkapnya Rabu (22/01/2020).
Ditambahkan Andi yang juga pedagang mengungkapkan, pihaknya menyayangkan sikap pilih kasih yang dilakukan. Karena mengapa lapak Soto Lamongan dan Mie Aceh tidak dibongkar juga. Kalau mau dibongkor bongkar semua, jadi adil.
"Dan kalaupun dibongkar, tidak perlu menggunakan alat berat, kita bisa bongkar sendiri, sehingga apa yang masih digunakan bisa gunakan kembali. Kalau sudah pakai alat berat pasti ancur semua, sementara ini atap banyak yang baru, belinya pakai duit, nyari duitnya susah. Kedua yang dagang ini rata-rata pribumi", kata dia. (*)
Berita Lainnya
-
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Selasa, 30 Juni 2026 -
Tempat Strategis hingga SPKLU Lounge PLN, Ini 5 SPKLU Non Tol yang Paling Banyak Dipilih Pengguna Kendaraan Listrik di Lampung
Selasa, 30 Juni 2026 -
Nanda Indira Buka Suara Soal Tas Mewah: Ada yang Dicicil hingga Hadiah dari Keluarga
Selasa, 30 Juni 2026 -
Insan PLN UID Lampung Berhasil Tekan Emisi hingga 5532 kgCO2e melalui Gerakan Clean Energy Day
Selasa, 30 Juni 2026








