Ingin Cicipi Makanan Tadisional Semua Daerah, Kurma Paris Suguhkan 46 Menu
urma Paris di Kelurahan Pajersuk, Kecamatan Pringsewu yang di-launching Sabtu (18/1) malam, menyajikan 46 menu makanan tradisional kepada pengunjungnya. Foto: Manalu/Kupastuntas.co
Pringsewu - Sejumlah destinasi wisata bernuansa alam maupun kuliner terus bermunculan di Kabupaten Pringsewu. Terbaru, muncul destinasi wisata bernuasa kuliner “Kurma Paris” kepanjangan dari Kuliner Malam Pajaresuk.
Kurma Paris yang berada di Kelurahan Pajaresuk, Kecamatan Pringsewu ini baru diresmikan Wakil Bupati Pringsewu Fauzi pada Sabtu (18/1/2020) malam.
Launching ditandai dengan pemukulan kentongan serta penanaman pohon penghijauan jenis sirsak madu dan daun kelor di lokasi.
Menurut Fauzi, makanan tradisional selain memiliki cita rasa tinggi, juga memiliki potensi yang cukup menjanjikan untuk dijual kepada warga lokal maupun luar daerah.
"Karena itu, saya sangat mendukung dan menyambut baik dengan adanya berdirinya Kurma Paris, yang secara khusus menyediakan berbagai jenis makanan tradisional dari berbagai daerah," ungkapnya.
Fauzi juga mengapresiasi sekaligus mendukung kreativitas masyarakat Pajaresuk untuk terus memberdayakan potensi ekonomi di wilayah setempat.
"Keberadaan Kurma Paris ini bisa dijadikan salah satu pilihan tempat nongkrong malam minggu sekaligus destinasi wisata kuliner di Pringsewu," ujar Fauzi mempromosikan lokasi tersebut.
Sementara pengelola Kurma Paris, Andreas Andoyo mengataka, Kurma Paris yang akan dibuka setiap malam minggu ini berasal dari ide warga RT 001 dan 002 Kelurahan Pajaresuk.
"Ibu-ibu di RT 001 dan 002 ini ternyata memiliki keahlian memasak makanan tradional, meskipun awalnya sempat pesimis. Namun ternyata, baru saja dibuka makanan yang dijual langsung habis. Semoga Kurma Paris akan terus berkesinambungan," kata Andoyo.
Ia membeberkan, ada 46 jenis menu makanan tradisional yang disuguhkan kepada setiap pengunjung saat berkunjung di Kurma Paris.
"Bahan baku makanannya berasal dari ubi, jagung, pisang, biji-bijian dan bahan-bahan lainnya. Yang jelas makanan tanpa sakarin dan tanpa bahan pengawet," pungkasnya.
Berita Lainnya
-
[TIDAK UNTUK DITIRU] Pria di Pringsewu Tega Cabuli Anak Tiri Sejak SD Hingga Kelas 2 SMA
Jumat, 09 Januari 2026 -
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Apresiasi Keharmonisan di Tengah Keberagaman Masyarakat Lampung
Rabu, 07 Januari 2026 -
Kabur ke Bengkulu, Pelaku Penusukan di Lapo Tuak Pringsewu Akhirnya Ditangkap Polisi
Rabu, 07 Januari 2026 -
Fokus Program MBG, Mantan Sekretaris DPD NasDem Pringsewu Mundur dari Kader Partai
Senin, 05 Januari 2026









