Balai TNWK Siap Bantu Pengobatan Korban Amukan Gajah Liar
Petugas Satpam sedang memberi pertolongan terhadap korban amuk gajah liar di TNWK. Foto: Ist.
Lampung Timur - Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) siap membantu biaya pengobatan terhadap Ependi, warga Desa Rajabasalama Satu, Kecamatan Labuhanratu, yang menjadi korban amukan gajah liar, Jumat (17/1/2020).
Humas Balai TNWK, Sukatmoko mengatakan, bantuan biaya terhadap korban amukan binatang bertubuh tambun tersebut, merupakan keikhlasan dari pihak balai, sebab tidak ada anggaran khusus dari TNWK. "Bantuan biaya pengobatan keikhlasan kami, bukan anggaran dari pihak instansi secara khusus," kata Sukatmoko.
Informasi yang dihimpun Kupastuntas.co, korban sudah tidak di rawat di rumah sakit melainkan dipindah oleh keluarganya untuk menjalani pengobatan tradisional. Ada pun luka yang didera warga Desa Rajabasalama Satu tersebut tepat di tulang pinggul.
Atas peristiwa nahas yang menimpa pencari rumput itu, Sukatmoko mengimbau kepada seluruh masyarakat pencari rumput di sekitar perbatasan hutan TNWK agar tidak terlalu sore, sebab setiap sore sekira pukul 17.00 WIB rombongan gajah liar sering bergerombol di pinggir kanal perbatasan hutan.
Dikatakan Sukatmoko, rombongan binatang berbelalai sengaja mendekati perbatasan karena ingin keluar dari dalam hutan dan menuju perkebunan warga, untuk mencari pakan. "Bukan berarti di hutan tidak ada makanan gajah, namun gajah binatang cerdas jika sudah pernah merasakan makanan yang lebih enak menurutnya, gajah akan selalu hafal tempat dan kapan waktu untuk menghampirinya," jelas dia.
Selain itu juga, malam ini sejumlah Polhut, mitra TNWK dan satpam perusahaan GGP melakukan siaga satu di lokasi perbatasan perusahaan dan hutan TNWK, tepatnya di Desa Rajabasalama Satu, Kecamatan Labuhanratu.
Berbagai peralatan seperti petasan, senter, dan logistik yang diperlukan sudah di persiapkan, hal tersebut dilakukan agar tidak lagi terjadi kerusakan tanaman buah milik perusahaan akibat binatang liar yang dilindungi negara itu. "Malam ini siaga satu, diharapkan rombongan gajah tidak lagi keluar dari hutan," harapnya.
Data yang di dapat Kupastuntas.co dari perusahaan GGP, sedikitnya selama tiga hari, 40 hektar tanaman buah seperti pisang, nanas dan jambu rusak akibat gajah asal hutan TNWK itu. (*)
Berita Lainnya
-
Guru di Purbolinggo Lampung Timur Ditangkap, Diduga Culik dan Cabuli Bocah 8 Tahun
Rabu, 04 Maret 2026 -
Rumah Disambar Petir, Satu Keluarga di Way Jepara Lamtim Luka-luka
Rabu, 04 Maret 2026 -
Polisi Bongkar Prostitusi Terselubung di Batanghari Lamtim, Seorang Mucikari Diamankan
Minggu, 01 Maret 2026 -
11 Orang Dirawat Diduga Keracunan Telur Asin Program MBG di Sukadana, Dapur Ditutup Sementara
Sabtu, 28 Februari 2026









