• Kamis, 24 Juni 2021

TAJUK: Pembuktian KPK?

Kamis, 09 Januari 2020 - 07.48 WIB
47

KPK. Foto: Ist

Bandar Lampung - Seakan berupaya membangun kepercayaan publik terhadap era baru kepemimpinan Firli Bahuri cs di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), komisi anti rasuah pasca dilantik Presiden Joko Widodo pada Desember 2019 lalu, melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepala daerah, yakni Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah pada Selasa (7/1/2020).

Pimpinan KPK periode ini, sebelumnya banyak mendapat penolakan dari kritik dari berbagai kelompok masyarakat. Banyak yang ragu dengan mereka. Salah satu keraguan itu disampaikan Indonesia Corruption Watch (ICW). ICW menilai, KPK periode ini berada di tahun terburuk.

Dengan melakukan OTT Bupati Sidoarjo kader PKB itu, apakah kepercayaan publik kembali pulih dengan lembaga antirasuah itu. Apalagi, disaat kabar OTT Bupati Sidoarjo perihal pengadaan barang dan jasa itu, ramai diberitakan media massa, hampir di waktu yang bersamaan mencuat kabar bahwa nama Firli Bahuri  muncul di eksepsi yang dibacakan dalam persidangan kasus dugaan suap 16 paket proyek jalan senilai Rp132 miliar dengan terdakwa Bupati Muara Enim nonaktif, Ahmad Yani.

Firli yang saat itu menjabat Kapolda Sumatera Selatan memang dalam persidangan tidak terbukti menerima uang suap dalam perkara ini, tetapi nama jenderal bintang tiga itu ikut terseret, dan disebut berkomunikasi dengan orang-orang yang terlibat dalam kasus itu.

Wajar, jika publik masih ragu dengan integritas pimpinan KPK yang saat ini. Keraguan ini harus dijawab KPK dengan karya nyata. Agar KPK kembali di hati publik, dipercaya oleh publik.

KPK harus diisi oleh orang-orang yang berintegritas tinggi guna memberantas pelaku korupsi di Negeri ini. Jika tidak begitu koruptor akan merdeka dan pesta pora di tengah rakyat yang bayar iuran BPJS pun masih sulit. (*)