Ribuan Ikan di Bendungan Way Rarem Mati
Diduga karena perubahan musim atau pancaroba, mengakibatkan ribuan ikan peliharaan masyarakat dalam keramba di Bendungan Way Rarem, Lampung Utara mati. Foto: Ist
Lampung Utara-Diduga karena perubahan musim atau pancaroba, mengakibatkan ribuan ikan peliharaan masyarakat dalam keramba di Bendungan Way Rarem, Lampung Utara mati.
Ica, warga setempat mengatakan, matinya ribuan ikan yang ada di beberapa keramba tersebut diduga karena perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan.
"Kalau punya saya ada dua sampai tiga kuintal ikan yang mati. Belum lagi ikan punya warga yang lain," kata Ica, Rabu (1/1/2020).
Ia menjelaskan, sebelum mati, semua ikan yang ada dalam keramba mengalami menggap-menggap atau mabuk. Diperkirakan, setiap kolam atau keramba ada sekitar 2-3 kuintal ikan yang mati. (*)
Berita Lainnya
-
Pemkab Lampung Utara Pinjam Rp150 Miliar ke PT SMI
Sabtu, 06 Juni 2026 -
Terduga Pelaku Penembakan di Metro Menyerahkan Diri ke Polres Lampung Utara
Senin, 25 Mei 2026 -
Dari Balik Jeruji Rutan Kotabumi, Penjara Berubah Jadi Markas Penipuan Online
Senin, 11 Mei 2026 -
Kades Kedaton Lampung Utara Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa, Rugikan Negara Rp448 Juta
Jumat, 08 Mei 2026
Ica, warga setempat mengatakan, matinya ribuan ikan yang ada di beberapa keramba tersebut diduga karena perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan.
"Kalau punya saya ada dua sampai tiga kuintal ikan yang mati. Belum lagi ikan punya warga yang lain," kata Ica, Rabu (1/1/2020).
Ia menjelaskan, sebelum mati, semua ikan yang ada dalam keramba mengalami menggap-menggap atau mabuk. Diperkirakan, setiap kolam atau keramba ada sekitar 2-3 kuintal ikan yang mati. (*)
- Penulis :
- Editor :
Berita Lainnya
-
Sabtu, 06 Juni 2026Pemkab Lampung Utara Pinjam Rp150 Miliar ke PT SMI
-
Senin, 25 Mei 2026Terduga Pelaku Penembakan di Metro Menyerahkan Diri ke Polres Lampung Utara
-
Senin, 11 Mei 2026Dari Balik Jeruji Rutan Kotabumi, Penjara Berubah Jadi Markas Penipuan Online
-
Jumat, 08 Mei 2026Kades Kedaton Lampung Utara Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa, Rugikan Negara Rp448 Juta








