• Kamis, 14 Mei 2026

Nasib Petani Karet di Way Kanan Kian Terpuruk

Rabu, 01 Januari 2020 - 16.23 WIB
688

Ilustrasi

Way Kanan-Memasuki awal tahun 2020, belum membawa keberuntungan bagi petani karet di Kabupaten Way Kanan. Pasalnya, saat ini getah karet hanya dihargai Rp5.000 per kilogram untuk kualitas biasa dan Rp7.000 per kilogram untuk kualitas bagus.

Wagino, petani karet di Kampung Gelombang Panjang, Kecamatan Kasui, Way Kanan mengatakan, harga getah karet saat ini terus mengalami penurunan. Akibatnya, kata dia, penghasilan petani karet juga terus merosot.

“Tidak seperti tahun 2010 hingga tahun 2013, harga getah karet bisa mencapai Rp15.000-Rp20.000 per kilogram. Sejak tahun 2014 sampai saat ini harga getah karet hanya Rp5.000-Rp7.000 per kilogram,” kata dia, Rabu (1/1/2020).

Menurutnya, terus merosotnya harga getah karet membuat penghasilan petani makin tidak menentu. “Apalagi bagi yang upahan seperti saya, dimana hasilnya harus bagi dua sama pemilik kebun getah karet. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saya tidak dapat tercukupkan,” ungkapnya.

Ia berharap, pemerintah dan para pemangku kepentingan bisa membantu para petani karet untuk menaikkan harga getah karet. "Apakah mereka tidak membayangkan bagaimana jika petani karet tidak ada, bisakah para pejabat, para pengusaha, menaiki mobil ataupun motor mewah yang menggunakan ban yang bahan bakunya dari karet,” tandasnya. (*)

Editor :
Way Kanan-Memasuki awal tahun 2020, belum membawa keberuntungan bagi petani karet di Kabupaten Way Kanan. Pasalnya, saat ini getah karet hanya dihargai Rp5.000 per kilogram untuk kualitas biasa dan Rp7.000 per kilogram untuk kualitas bagus.

Wagino, petani karet di Kampung Gelombang Panjang, Kecamatan Kasui, Way Kanan mengatakan, harga getah karet saat ini terus mengalami penurunan. Akibatnya, kata dia, penghasilan petani karet juga terus merosot.

“Tidak seperti tahun 2010 hingga tahun 2013, harga getah karet bisa mencapai Rp15.000-Rp20.000 per kilogram. Sejak tahun 2014 sampai saat ini harga getah karet hanya Rp5.000-Rp7.000 per kilogram,” kata dia, Rabu (1/1/2020).

Menurutnya, terus merosotnya harga getah karet membuat penghasilan petani makin tidak menentu. “Apalagi bagi yang upahan seperti saya, dimana hasilnya harus bagi dua sama pemilik kebun getah karet. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saya tidak dapat tercukupkan,” ungkapnya.

Ia berharap, pemerintah dan para pemangku kepentingan bisa membantu para petani karet untuk menaikkan harga getah karet. "Apakah mereka tidak membayangkan bagaimana jika petani karet tidak ada, bisakah para pejabat, para pengusaha, menaiki mobil ataupun motor mewah yang menggunakan ban yang bahan bakunya dari karet,” tandasnya. (*)

Berita Lainnya

-->