• Selasa, 24 Maret 2026

Sempat Erupsi, GAK Berstatus Waspada, Warga Diimbau Tak Mendekat

Minggu, 29 Desember 2019 - 16.22 WIB
80

Gunung Anak Krakatau. Foto: Ist

Bandar Lampung-Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda kembali erupsi pada Minggu (29/12/2019) pagi dan dinyatakan berstatus Waspada. Warga pun diimbau tak mendekat.

Berdasarkan data di situs Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Minggu (29/12/2019), telah dilakukan pengamatan tiap enam jam pada pukul 06.00-12.00 WIB. Masyarakat dinyatakan tidak diperbolehkan mendekat dalam radius 2 km dari kawah.

"Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah," tulis Badan Geologi dalam situs resminya.

Berdasarkan hasil pengamatan, gunung api tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tebal tinggi sekitar 100-200 meter dari puncak.

"Satu kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1-40 mm, dominan 25 mm," tulis situs tersebut.

Cuaca di lokasi terpantau berawan hingga mendung, angin lemah ke arah timur. Suhu udara sekitar 24,9-28,9°C, sementara kelembaban 49-52 persen.

"Telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau, Lampung pada tanggal 29 Desember 2019 pukul 05.29 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 50 m di atas puncak (± 207 m di atas permukaan laut)," tulis Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral di akun Instagram kabargeologi.

"Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah," tulis Badan Geologi Kementerian ESDM. (Dtc)  

Editor :
Bandar Lampung-Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda kembali erupsi pada Minggu (29/12/2019) pagi dan dinyatakan berstatus Waspada. Warga pun diimbau tak mendekat.

Berdasarkan data di situs Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Minggu (29/12/2019), telah dilakukan pengamatan tiap enam jam pada pukul 06.00-12.00 WIB. Masyarakat dinyatakan tidak diperbolehkan mendekat dalam radius 2 km dari kawah.

"Masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah," tulis Badan Geologi dalam situs resminya.

Berdasarkan hasil pengamatan, gunung api tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tebal tinggi sekitar 100-200 meter dari puncak.

"Satu kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1-40 mm, dominan 25 mm," tulis situs tersebut.

Cuaca di lokasi terpantau berawan hingga mendung, angin lemah ke arah timur. Suhu udara sekitar 24,9-28,9°C, sementara kelembaban 49-52 persen.

"Telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau, Lampung pada tanggal 29 Desember 2019 pukul 05.29 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 50 m di atas puncak (± 207 m di atas permukaan laut)," tulis Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral di akun Instagram kabargeologi.

"Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah," tulis Badan Geologi Kementerian ESDM. (Dtc)  

Berita Lainnya

-->