Astaga, Baru Kenal di Facebook, Anak Dibawah Umur Disekap dan Diperkosa Beramai-ramai
Ilustrasi
Pesawaran-Berawal dari perkenalan di Media Sosial (Medsos) Facebook, SL (16) warga Dusun Induk, Desa Way Layap, Kecamatan Gedong Tataan, menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan selama dua hari oleh rekannya yang baru kenal dari Facebook kurang lebih satu bulan.
"Sebelum kejadian itu pada hari Jumat (13/12) malam sekitar pukul 19.30 wib, anak saya pamit mau kewarung, tapi ternyata ia bertemu dengan teman yang dikenal dari Facebook bernama Rizki alias Andre warga Kedondong," ungkap ibu korban Salinah (49), Kamis (19/12/2019).
Setelah itu, anaknya hilang tanpa kabar berita, sehingga para anggota keluarga melakukan pencarian terhadap korban.
Tonton juga :
Wanita Ini Kirim Foto Syur Dirinya, Untuk Galang Dana Bantuan Kebakaran di Australia
"Dari pengakuan anak saya, dia diajak pelaku ini untuk dikenalkan dengan orang tuanya, tapi ternyata malah disekap disebuah rumah sekitar pasar baru kedondong yang informasinya rumah itu kosong milik agus, disanalah anak saya mengaku bahwa dia disekap dan diperkosa oleh kurang lebih 8 orang, saya tahu karena anak saya sempat telepon minta tolong sambil menangis," ucapnya.
"Dari situlah kami melakukan pencarian terhadap anak saya, tapi karena tidak tahu tempat lokasinya, kami akhirnya melaporkan peristiwa ini ke Mapolres Pesawaran," tambahnya.
Berselang beberapa waktu lalu, akhirnya korban ditemukan berada di pinggir jalan Desa Way Harong, Kecamatan Way Lima. "Pada hari Minggu (15/12) pagi, anak saya kembali menghubungi kalau dia berada dipinggir jalan, dan akhirnya kakaknya saya suruh untuk menjemputnya," tandasnya.
Menurutnya, korban ditemukan dalam keadaan yang cukup memprihatinkan. "Pada saat ditemukan itu anak saya kondisinya trauma, takut ketemu dengan orang, sering nangis dan blank gitu setiap ditanya jawabannya enggak tahu terus," ujarnya.
Ia pun menerangkan, pasca ditemukan korban menceritakan semua kejadian yang dialaminya. "Habis ditenangin itu, anak saya itu bilang, kalau dia disekap disebuah rumah terus diperkosa oleh beberapa orang, dan dia juga diancam oleh pelaku yang merupakan pemilik rumah itu kalau dia (pelaku) mengaku dukun, kalau anak saya lapor polisi, anak saya mau disantet," terangnya.
Ia pun berharap polisi dapat secepatnya mengungkap kasus yang menimpa anak itu. "Kami berharap polisi dapat menangkap para pelaku, dan dihukum dengan seberat-beratnya, karena kami tidak terima mas," harapnya.
Sementara itu, mengetahui hal tersebut Kepala Desa Way Layap Ismed Inanu langsung melaporkan hal itu kepada polisi. "Itu dua kali lapor, yang pertama laporan kehilangan yang kedua kasus pemerkosaannya, kita juga sempat bingung karena kondisi korban dalam keadaan trauma, hingga akhirnya bisa kita tenangkan dan minta untuk dia bercerita apa yang terjadi terhadap dirinya dan saat ini kasus ini sudah ditangani Polres Pesawaran," tutupnya singkat.(*)
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Terbaik Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia Terapkan PLTS untuk Pertanian Hidroponik Berkelanjutan di Lampung
Kamis, 14 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Bantah Arinal Terlibat Korupsi Dana PI 10 Persen: Sepeser Pun Tidak Pernah Menerima Uang
Rabu, 13 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Sebut Kasus Dana PI 10 Persen Janggal, Ana Sofa Yuking: Kerugian Negara Saja Tidak Ada
Rabu, 13 Mei 2026 -
Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook Rp2,1 Triliun
Rabu, 13 Mei 2026
"Sebelum kejadian itu pada hari Jumat (13/12) malam sekitar pukul 19.30 wib, anak saya pamit mau kewarung, tapi ternyata ia bertemu dengan teman yang dikenal dari Facebook bernama Rizki alias Andre warga Kedondong," ungkap ibu korban Salinah (49), Kamis (19/12/2019).
Setelah itu, anaknya hilang tanpa kabar berita, sehingga para anggota keluarga melakukan pencarian terhadap korban.
Tonton juga :
Wanita Ini Kirim Foto Syur Dirinya, Untuk Galang Dana Bantuan Kebakaran di Australia
"Dari pengakuan anak saya, dia diajak pelaku ini untuk dikenalkan dengan orang tuanya, tapi ternyata malah disekap disebuah rumah sekitar pasar baru kedondong yang informasinya rumah itu kosong milik agus, disanalah anak saya mengaku bahwa dia disekap dan diperkosa oleh kurang lebih 8 orang, saya tahu karena anak saya sempat telepon minta tolong sambil menangis," ucapnya.
"Dari situlah kami melakukan pencarian terhadap anak saya, tapi karena tidak tahu tempat lokasinya, kami akhirnya melaporkan peristiwa ini ke Mapolres Pesawaran," tambahnya.
Berselang beberapa waktu lalu, akhirnya korban ditemukan berada di pinggir jalan Desa Way Harong, Kecamatan Way Lima. "Pada hari Minggu (15/12) pagi, anak saya kembali menghubungi kalau dia berada dipinggir jalan, dan akhirnya kakaknya saya suruh untuk menjemputnya," tandasnya.
Menurutnya, korban ditemukan dalam keadaan yang cukup memprihatinkan. "Pada saat ditemukan itu anak saya kondisinya trauma, takut ketemu dengan orang, sering nangis dan blank gitu setiap ditanya jawabannya enggak tahu terus," ujarnya.
Ia pun menerangkan, pasca ditemukan korban menceritakan semua kejadian yang dialaminya. "Habis ditenangin itu, anak saya itu bilang, kalau dia disekap disebuah rumah terus diperkosa oleh beberapa orang, dan dia juga diancam oleh pelaku yang merupakan pemilik rumah itu kalau dia (pelaku) mengaku dukun, kalau anak saya lapor polisi, anak saya mau disantet," terangnya.
Ia pun berharap polisi dapat secepatnya mengungkap kasus yang menimpa anak itu. "Kami berharap polisi dapat menangkap para pelaku, dan dihukum dengan seberat-beratnya, karena kami tidak terima mas," harapnya.
Sementara itu, mengetahui hal tersebut Kepala Desa Way Layap Ismed Inanu langsung melaporkan hal itu kepada polisi. "Itu dua kali lapor, yang pertama laporan kehilangan yang kedua kasus pemerkosaannya, kita juga sempat bingung karena kondisi korban dalam keadaan trauma, hingga akhirnya bisa kita tenangkan dan minta untuk dia bercerita apa yang terjadi terhadap dirinya dan saat ini kasus ini sudah ditangani Polres Pesawaran," tutupnya singkat.(*)
- Penulis :
- Editor :
Berita Lainnya
-
Kamis, 14 Mei 2026Mahasiswa Terbaik Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia Terapkan PLTS untuk Pertanian Hidroponik Berkelanjutan di Lampung
-
Rabu, 13 Mei 2026Kuasa Hukum Bantah Arinal Terlibat Korupsi Dana PI 10 Persen: Sepeser Pun Tidak Pernah Menerima Uang
-
Rabu, 13 Mei 2026Kuasa Hukum Sebut Kasus Dana PI 10 Persen Janggal, Ana Sofa Yuking: Kerugian Negara Saja Tidak Ada
-
Rabu, 13 Mei 2026Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook Rp2,1 Triliun








