Program Bumdes di Lampung Timur Dinilai Tidak Transparan
Ilustrasi
Lampung Timur - Program Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang dianggarkan dari Dana Desa (DD) rawan manipulasi dan terkesan tidak transparan kepada publik. Salah satu terjadi di Desa Sukorahayu, Kecamatan Labuhan Maringgai.
Saat di konfirmasi Sekertaris Desa Sukorahayu, Yulianto terkait Bumdes didesanya, hanya memberi keterangan dana Bumdes untuk usaha nelayan namun Yulianto enggan memberikan keterangan lebih jauh soal usaha nelayan tersebut, semisal dalam bentuk pinjaman modal atau yang lainya.
"Ya
pokoknya untuk usaha nelayan.”kata Sekertaris Desa Labuhan Maringgai,
Sukorahayu, Rabu (18/12/2019).
Selain itu, Yulianto mengatakan untuk lebih jelas persoalan penanganan program DD yaitu kepala desa, sebab dirinya sebagai Sekdes hanya mengelola administrasi bukan perencanaan proyek.
"Coba tanya pak kades soa program Bumdes,”jelasnya.
Ironisnya, Kepala Desa Sukorahayu Khasbullah susah untuk dikonfirmasi baik di kantor desa atau melalui ponsel, sehingga terkesan tidak ada keterbukaan publik terkait program pemerintah.
Sementara itu, salah seorang nelayan Desa Sukorahayu yang enggan di sebutkan identitasnya, mengaku tidak pernah mengetahui program Bundes apalagi merasakan bantuan atau pemberdayaan modal dari Bumdes,"Bumdes itu apa, tidak pernah ada juga bantuan modal dari desa yang Bumdes,”ujar sumber Kupastuntas.co.(*)
Berita Lainnya
-
Menteri Kehutanan Targetkan Konflik Gajah di Taman Nasional Way Kambas Nol pada 2026
Kamis, 26 Maret 2026 -
Wabah PMK Serang Tiga Dusun di Lampung Timur
Selasa, 24 Maret 2026 -
Bupati Lampung Timur Tiadakan Open House, Pilih Salat Id dan Santuni Warga di Jabung
Sabtu, 21 Maret 2026 -
Forkopimda Lampung Timur Gelar Patroli Skala Besar Amankan Arus Mudik dan Takbir Keliling
Jumat, 20 Maret 2026
Lampung Timur - Program Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang dianggarkan dari Dana Desa (DD) rawan manipulasi dan terkesan tidak transparan kepada publik. Salah satu terjadi di Desa Sukorahayu, Kecamatan Labuhan Maringgai.
Saat di konfirmasi Sekertaris Desa Sukorahayu, Yulianto terkait Bumdes didesanya, hanya memberi keterangan dana Bumdes untuk usaha nelayan namun Yulianto enggan memberikan keterangan lebih jauh soal usaha nelayan tersebut, semisal dalam bentuk pinjaman modal atau yang lainya.
"Ya
pokoknya untuk usaha nelayan.”kata Sekertaris Desa Labuhan Maringgai,
Sukorahayu, Rabu (18/12/2019).
Selain itu, Yulianto mengatakan untuk lebih jelas persoalan penanganan program DD yaitu kepala desa, sebab dirinya sebagai Sekdes hanya mengelola administrasi bukan perencanaan proyek.
"Coba tanya pak kades soa program Bumdes,”jelasnya.
Ironisnya, Kepala Desa Sukorahayu Khasbullah susah untuk dikonfirmasi baik di kantor desa atau melalui ponsel, sehingga terkesan tidak ada keterbukaan publik terkait program pemerintah.
Sementara itu, salah seorang nelayan Desa Sukorahayu yang enggan di sebutkan identitasnya, mengaku tidak pernah mengetahui program Bundes apalagi merasakan bantuan atau pemberdayaan modal dari Bumdes,"Bumdes itu apa, tidak pernah ada juga bantuan modal dari desa yang Bumdes,”ujar sumber Kupastuntas.co.(*)
- Penulis :
- Editor :
Berita Lainnya
-
Kamis, 26 Maret 2026Menteri Kehutanan Targetkan Konflik Gajah di Taman Nasional Way Kambas Nol pada 2026
-
Selasa, 24 Maret 2026Wabah PMK Serang Tiga Dusun di Lampung Timur
-
Sabtu, 21 Maret 2026Bupati Lampung Timur Tiadakan Open House, Pilih Salat Id dan Santuni Warga di Jabung
-
Jumat, 20 Maret 2026Forkopimda Lampung Timur Gelar Patroli Skala Besar Amankan Arus Mudik dan Takbir Keliling








