Nanang Ermanto Cek Kondisi Alat Berat di Dinas PU-PR, Ini Hasilnya
Nanang Ermanto mengecek kondisi alat berat di kantor Dinas PU-PR Lamsel, Rabu (18/12/2019). Foto: Dirsah
Lampung Selatan-Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto mengecek secara langsung jumlah dan kondisi alat berat yang ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR), Rabu (18/12/2019)
"Selama inikan kita nggak tahu, berapa barang yang ada, berapa usianya, berapa yang rusak dan beraktivitas untuk apa. Makanya kita turun ke lapangan untuk mengecek dan mendata secara langsung. Memang, masih ada alat berat kita yang sudah tua. Ya, diproduksi tahun 1994," ujarnya.
Nanang pun menegaskan, pihaknya saat ini masih akan mempelajari terkait kondisi alat berat yang ada. Apakah nantinya akan dilakukan penambahan alat baru, atau seperti apa. Mengingat, keberadaan alat berat tersebut salah satu penyumbang PAD.
"Kalau ditanya butuh, kita sangat butuh, karena untuk mendukung pembangunan daerah. Tapi-kan kita lihat dulu dari segi kebutuhannya, sejauh mana pemkab membutuhkan ini," jelasnya.
Terkait dengan kondisi alat berat yang rusak, Nanang menegaskan akan dilihat terlebih dahulu, apakah masih bisa diperbaiki atau seperti apa.
"Ya, kalau masih bisa diperbaiki, kalau tidak bisa ya kita lihat nanti," kata Nanang.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PU dan PR Lampung Selatan A Oloan menjelaskan, dari 17 unit alat berat dari berbagai jenis, terdapat 5 unit alat berat yang mengalami rusak berat. Ia merincikan yakni, 1 Eksavator (produksi 1999), 1 unit kendaraan greder (produksi 1994) dan 3 unit wales (produksi 1994). "Untuk tahun depan, kita telah mengajukan penambahan 1 unit eksavator," jelasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Wamen Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu: PTPN I Paling Siap Dukung Ketahanan Energi
Rabu, 10 Juni 2026 -
Pesta Pernikahan di Lampung Selatan Diserbu Tawon Vespa, Tamu Undangan Kocar-kacir
Selasa, 09 Juni 2026 -
Jatuh dari Kapal di Selat Sunda, Warga Lampung Utara Bertahan Semalaman di Laut dan Selamat di Pulau Penjurit
Jumat, 05 Juni 2026 -
Inspektorat Lamsel Ungkap Pegawai Dinkes Terima Rp 3 Juta Tiap Bendahara Puskesmas
Kamis, 04 Juni 2026
Lampung Selatan-Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto mengecek secara langsung jumlah dan kondisi alat berat yang ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR), Rabu (18/12/2019)
"Selama inikan kita nggak tahu, berapa barang yang ada, berapa usianya, berapa yang rusak dan beraktivitas untuk apa. Makanya kita turun ke lapangan untuk mengecek dan mendata secara langsung. Memang, masih ada alat berat kita yang sudah tua. Ya, diproduksi tahun 1994," ujarnya.
Nanang pun menegaskan, pihaknya saat ini masih akan mempelajari terkait kondisi alat berat yang ada. Apakah nantinya akan dilakukan penambahan alat baru, atau seperti apa. Mengingat, keberadaan alat berat tersebut salah satu penyumbang PAD.
"Kalau ditanya butuh, kita sangat butuh, karena untuk mendukung pembangunan daerah. Tapi-kan kita lihat dulu dari segi kebutuhannya, sejauh mana pemkab membutuhkan ini," jelasnya.
Terkait dengan kondisi alat berat yang rusak, Nanang menegaskan akan dilihat terlebih dahulu, apakah masih bisa diperbaiki atau seperti apa.
"Ya, kalau masih bisa diperbaiki, kalau tidak bisa ya kita lihat nanti," kata Nanang.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PU dan PR Lampung Selatan A Oloan menjelaskan, dari 17 unit alat berat dari berbagai jenis, terdapat 5 unit alat berat yang mengalami rusak berat. Ia merincikan yakni, 1 Eksavator (produksi 1999), 1 unit kendaraan greder (produksi 1994) dan 3 unit wales (produksi 1994). "Untuk tahun depan, kita telah mengajukan penambahan 1 unit eksavator," jelasnya. (*)
- Penulis :
- Editor :
Berita Lainnya
-
Rabu, 10 Juni 2026Wamen Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu: PTPN I Paling Siap Dukung Ketahanan Energi
-
Selasa, 09 Juni 2026Pesta Pernikahan di Lampung Selatan Diserbu Tawon Vespa, Tamu Undangan Kocar-kacir
-
Jumat, 05 Juni 2026Jatuh dari Kapal di Selat Sunda, Warga Lampung Utara Bertahan Semalaman di Laut dan Selamat di Pulau Penjurit
-
Kamis, 04 Juni 2026Inspektorat Lamsel Ungkap Pegawai Dinkes Terima Rp 3 Juta Tiap Bendahara Puskesmas








