Liput Pemasangan Segel Lahan Parkir, Oknum Pegawai RSUDAM Ini Sebut Wartawan Tukang Adu Domba
Staff bidang perlindungan dan pengembangan SDM RSUDAM Lampung Anwar (Kanan) saat berbicara dengan Kabid Pajak BPPRD Kota Bandar Lampung Andre (Kiri), Rabu (18/12/2019).Foto:Sule
Bandar Lampung- Salah satu staff bidang perlindungan dan pengembangan SDM Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung bernama Anwar, sebut media dan wartawan hanyalah "Tukang Adu Domba".
Hal tersebut ia sampaikan kepada awak media ketika diwancara terkait alasan mengapa segel yang dipasang oleh Badan Pengelola Pajak Retribusi Daerah (BPPRD) kota Bandar Lampung dilepas oleh Manajeman RSUDAM provinsi Lampung, Rabu (18/12/2019)
Ia mengatakan, wartawan hanya membangun opini dan hanya membenturkan pemerintah kota dengan pemerintah provinsi.
Ia juga mengatakan, berita yang beredar di media saat ini dinilai menjelek-jelekkan rumah sakit, karena wartawan membuat opini sendiri dan memprovokasi
"Ini wartawan tukang provokasi dan penyebar opini tidak benar. Bapak-bapak ini (awak media read) nggak bisa menyelsaikan masalah, cuma nyari keburukan orang, coba yang baik-baik dari rumah sakit mana ada yang diapload," kata dia. (*)
Berita Lainnya
-
Nyalakan Listrik di 7 Desa, PLN UID Lampung Tingkatkan Rasio Desa Berlistrik Provinsi Lampung
Rabu, 10 Juni 2026 -
PTPN I Gandeng ANRI Rapikan Sistem Kearsipan Korporasi
Rabu, 10 Juni 2026 -
PTPN I Regional 7 Sukses Kawal RJ Mujiran dan Nurwahid
Rabu, 10 Juni 2026 -
Holiday Inn Lampung Bukit Randu Hadirkan Promo JuneJoy, Staycation Mulai Rp948 Ribu per Malam
Rabu, 10 Juni 2026
Bandar Lampung- Salah satu staff bidang perlindungan dan pengembangan SDM Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung bernama Anwar, sebut media dan wartawan hanyalah "Tukang Adu Domba".
Hal tersebut ia sampaikan kepada awak media ketika diwancara terkait alasan mengapa segel yang dipasang oleh Badan Pengelola Pajak Retribusi Daerah (BPPRD) kota Bandar Lampung dilepas oleh Manajeman RSUDAM provinsi Lampung, Rabu (18/12/2019)
Ia mengatakan, wartawan hanya membangun opini dan hanya membenturkan pemerintah kota dengan pemerintah provinsi.
Ia juga mengatakan, berita yang beredar di media saat ini dinilai menjelek-jelekkan rumah sakit, karena wartawan membuat opini sendiri dan memprovokasi
"Ini wartawan tukang provokasi dan penyebar opini tidak benar. Bapak-bapak ini (awak media read) nggak bisa menyelsaikan masalah, cuma nyari keburukan orang, coba yang baik-baik dari rumah sakit mana ada yang diapload," kata dia. (*)
- Penulis :
- Editor :
Berita Lainnya
-
Rabu, 10 Juni 2026Nyalakan Listrik di 7 Desa, PLN UID Lampung Tingkatkan Rasio Desa Berlistrik Provinsi Lampung
-
Rabu, 10 Juni 2026PTPN I Gandeng ANRI Rapikan Sistem Kearsipan Korporasi
-
Rabu, 10 Juni 2026PTPN I Regional 7 Sukses Kawal RJ Mujiran dan Nurwahid
-
Rabu, 10 Juni 2026Holiday Inn Lampung Bukit Randu Hadirkan Promo JuneJoy, Staycation Mulai Rp948 Ribu per Malam








