• Sabtu, 09 Mei 2026

Jelang Nataru, Harga Telur di Sejumlah Pasar di Bandar Lampung Mulai Naik

Kamis, 12 Desember 2019 - 17.02 WIB
85

Harga telur di Pasar Tempel, Sukarame, mulai mengalami kenaikan bahkan terjadi kelangkaan. Foto: Ria

Bandar Lampung - Menjelang perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru), sejumlah harga kebutuhan pokok seperti telur mulai mengalami kenaikan mencapai Rp3 ribu per kilogram.


Pedagang sembako di Pasar Tempel Sukarame, Tikno, (37), yang juga menjual telur ayam ras, mengaku, membandrol harga telur ayam sebesar Rp24.000 per kilogram. Dengan harga tersebut, keuntungan yang diperolehnya masih terbilang tipis.


"Selama bulan Desember ini sudah beberapa kali mengalami kenaikan, sampai hari ini harga telur sudah mencapai Rp24.000 dari harga yang sebelumnya Rp 21.000," ungkapnya saat ditemui Kupastuntas.co, di tempat dagangannya, Kamis (12/12/2019).

 

Kenaikan bahan pokok tidak hanya terjadi pada telur, melainkan beras dan minyak juga mengalami kenaikan. "Beras dan minyak juga naik, hanya yang paling tinggi, yaitu harga telur,"jelasnya.


Karena mahalnya harga, kata Tikno, ia pun saat ini hanya stok 5 karpet telur dalam satu hari. Sebab, kalau beli dengan harga yang selangit itu, ia tak bisa membeli barang dagangan lain. "Saya gak berani stok terlalu banyak, terkadang banyak juga pembeli yang gak kebagian,” ujarnya. (*)

Editor :
Bandar Lampung - Menjelang perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru), sejumlah harga kebutuhan pokok seperti telur mulai mengalami kenaikan mencapai Rp3 ribu per kilogram.


Pedagang sembako di Pasar Tempel Sukarame, Tikno, (37), yang juga menjual telur ayam ras, mengaku, membandrol harga telur ayam sebesar Rp24.000 per kilogram. Dengan harga tersebut, keuntungan yang diperolehnya masih terbilang tipis.


"Selama bulan Desember ini sudah beberapa kali mengalami kenaikan, sampai hari ini harga telur sudah mencapai Rp24.000 dari harga yang sebelumnya Rp 21.000," ungkapnya saat ditemui Kupastuntas.co, di tempat dagangannya, Kamis (12/12/2019).

 

Kenaikan bahan pokok tidak hanya terjadi pada telur, melainkan beras dan minyak juga mengalami kenaikan. "Beras dan minyak juga naik, hanya yang paling tinggi, yaitu harga telur,"jelasnya.


Karena mahalnya harga, kata Tikno, ia pun saat ini hanya stok 5 karpet telur dalam satu hari. Sebab, kalau beli dengan harga yang selangit itu, ia tak bisa membeli barang dagangan lain. "Saya gak berani stok terlalu banyak, terkadang banyak juga pembeli yang gak kebagian,” ujarnya. (*)

Berita Lainnya

-->