139 Korban Tewas Kecelakaan di Jalan Tol Lampung
Saat rapat koordinasi kesiapan angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Hotel Bukit Randu, Bandar Lampung, Senin (9/12/2019). Foto: Erik/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung-Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung mencatat sudah terjadi 83 kali kecelakaan kendaraan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Kayu Agung. Sementara PT Jasa Raharja Cabang Lampung mendatang hingga September 2019, ada sebanyak 139 korban meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan tol Lampung.
Hal itu terungkap saat rapat koordinasi kesiapan angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Hotel Bukit Randu, Bandar Lampung, Senin (9/12/2019).
Kasikerma Subdit Kamsel Ditlantas Polda Lampung, Kompol Sakimin mengatakan, faktor kecelakaan yang terjadi rata-rata dikarenakan out control seperti mengantuk hingga pecah ban kendaraan.
"Karena jalan tol ini maksimum kecepatan kendaraan 80 KM/jam, dan minimal 60 Km/jam. Kadang-kadang di wilayah kita ini orang berkendara memburu kecepatan bukan mengutamakan keselamatan," ujar Sakimin, saat rapat koordinasi kesiapan angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Hotel Bukit Randu, Bandar Lampung, Senin (9/12/2019).
Selain itu, lanjut dia, faktor kecelakaan di tol juga dikarenakan kurangnya penerangan jalan ketika malam hari, belum optimalnya rest area, dan faktor kendaraan seperti lampu rem truk yang terkadang tidak menyala.
Sementara Kepala Cabang (Kacab) Tol Bakauheni-Terbanggi Besar PT HK, Hanung Hanindito mengimbau kepada masyarakat ketika ingin melintas di jalan tol, harus mempersiapkan baik kendaraan maupun kesehatan diri sendiri.
"Masyarkat diimbau untuk memastikan kendaraan dalam keadaan baik, dan pastikan kondisi badan dalam keadaan baik. Jika lelah segera istirahat di rest area yang sudah kita siapkan," ujar Hanung.
Dikatakan Hanung, total rest area di ruas tol Bakauheni-Kayu Agung ada sebanyak 11 rest area yang bisa digunakan pengguna jalan, dengan operasional 24 jam. (*)
Berita Lainnya
-
Fave+ Hotel Lampung Diduga Gunakan Trotoar untuk Lahan Parkir
Kamis, 11 Juni 2026 -
12.206 Siswa Lulus Seleksi Masuk SMA Unggul di Lampung
Kamis, 11 Juni 2026 -
Nahkodai Hipmi 2026-2029, Ade Jona Serukan Persatuan Bangun Ekonomi Nasional
Kamis, 11 Juni 2026 -
Menko Pangan Ungkap Dugaan Jual Beli Titik 13 Ribu Dapur MBG
Kamis, 11 Juni 2026
Kupastuntas.co, Bandar Lampung-Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung mencatat sudah terjadi 83 kali kecelakaan kendaraan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Kayu Agung. Sementara PT Jasa Raharja Cabang Lampung mendatang hingga September 2019, ada sebanyak 139 korban meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan tol Lampung.
Hal itu terungkap saat rapat koordinasi kesiapan angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Hotel Bukit Randu, Bandar Lampung, Senin (9/12/2019).
Kasikerma Subdit Kamsel Ditlantas Polda Lampung, Kompol Sakimin mengatakan, faktor kecelakaan yang terjadi rata-rata dikarenakan out control seperti mengantuk hingga pecah ban kendaraan.
"Karena jalan tol ini maksimum kecepatan kendaraan 80 KM/jam, dan minimal 60 Km/jam. Kadang-kadang di wilayah kita ini orang berkendara memburu kecepatan bukan mengutamakan keselamatan," ujar Sakimin, saat rapat koordinasi kesiapan angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Hotel Bukit Randu, Bandar Lampung, Senin (9/12/2019).
Selain itu, lanjut dia, faktor kecelakaan di tol juga dikarenakan kurangnya penerangan jalan ketika malam hari, belum optimalnya rest area, dan faktor kendaraan seperti lampu rem truk yang terkadang tidak menyala.
Sementara Kepala Cabang (Kacab) Tol Bakauheni-Terbanggi Besar PT HK, Hanung Hanindito mengimbau kepada masyarakat ketika ingin melintas di jalan tol, harus mempersiapkan baik kendaraan maupun kesehatan diri sendiri.
"Masyarkat diimbau untuk memastikan kendaraan dalam keadaan baik, dan pastikan kondisi badan dalam keadaan baik. Jika lelah segera istirahat di rest area yang sudah kita siapkan," ujar Hanung.
Dikatakan Hanung, total rest area di ruas tol Bakauheni-Kayu Agung ada sebanyak 11 rest area yang bisa digunakan pengguna jalan, dengan operasional 24 jam. (*)
- Penulis : Erik Handoko
- Editor :
Berita Lainnya
-
Kamis, 11 Juni 2026Fave+ Hotel Lampung Diduga Gunakan Trotoar untuk Lahan Parkir
-
Kamis, 11 Juni 202612.206 Siswa Lulus Seleksi Masuk SMA Unggul di Lampung
-
Kamis, 11 Juni 2026Nahkodai Hipmi 2026-2029, Ade Jona Serukan Persatuan Bangun Ekonomi Nasional
-
Kamis, 11 Juni 2026Menko Pangan Ungkap Dugaan Jual Beli Titik 13 Ribu Dapur MBG








