Unik! Masuk Bukit Perahu, Cukup Bayar Pakai Sampah Plastik
Bukit Perahu di Kelurahan Sidodi, Kecamatan Kedaton menjadi salah satu destinasi wisata alternatif di Kota Bandar Lampung. Menariknya, untuk masuk pengunjung cukup bayar pakai sampah plastik. Foto: Ist
Kupastuntas.co,
Bandar Lampung-Bukit
Perahu di Kelurahan Sidodi, Kecamatan Kedaton menjadi salah satu destinasi
wisata alternatif di Kota Bandar Lampung. Menariknya, untuk masuk pengunjung
cukup bayar pakai sampah plastik.
Warga Kelurahan Sidodi, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung mampu berinovasi mengubah Bukit Perahu menjadi tempat wisata yang menarik untuk bisa berswafoto serta menikmati keindahan Kota Bandar Lampung dari atas bukit.
Warga yang bergabung dalam wadah Anak Sidodadi (Asido), secara bergotong royong membangun destinasi wisata Bukit Perahu menjadi destinasi wisata alam yang ramah lingkungan dengan bernuansa go green dan edukatif.
Uniknya, untuk bisa menikamati keindahan alam Bukit Perahu, pengunjung tidak perlu membayar pakai uang tetapi cukup membawa sampah plastik sebagai tiket masuk untuk bisa menikmati pemandangan serta spot-spot foto yang tersedia.
Kordinator Asido, Tadeus Sinto mengatakan, destinasi wisata Bukit Perahu sangat direkomendasikan bagi masyarakat yang ingin menikmati liburan di akhir pekan bersama keluarga serta teman-teman. Ditambah, nuansa alam yang dapat dicengkrama di wisata ini menjadi bonus tersendiri dalam menikmati keindahan Kota Tapis Berseri.
"Jadi cara masuk pengunjung nantinya hanya dengan tiket sampah, jadi cukup sampah botol plastik dan tanpa bayar. Di dalam ada budidaya lebah langsep, ada taman baca dan area untuk berswafoto,” kata Sinto, Minggu (8/12/2019).
Sinto mengungkapkan, pengunjung juga dapat menikmati wisata edukatif. Yakni warga bisa menikmati taman baca serta melihat lokasi budidaya lebah madu.
"Bukit ini kita jadikan tempat wisata agar tak ada lagi bukit-bukit yang longsor, jadi ini bisa menjadi tempat wisata edukasi dan juga pelatihan. Ini calonnya untuk edukasi dan pelatihan. Kami juga ingin bagaimana masyarakat memiliki kesadaran terkait bahayanya sampah plastik," ungkapnya.
Sinto menerangkan, tempat wisata ini ditargetkan pada Januari akan rampung dan diresmikan. Dalam waktu dua bulan ini, pihaknya bersama warga terus berusaha mempercepat pengerjaan secara sukarela. (*)
Berita Lainnya
-
Kuasa Hukum Bantah Arinal Terlibat Korupsi Dana PI 10 Persen: Sepeser Pun Tidak Pernah Menerima Uang
Rabu, 13 Mei 2026 -
Kuasa Hukum Sebut Kasus Dana PI 10 Persen Janggal, Ana Sofa Yuking: Kerugian Negara Saja Tidak Ada
Rabu, 13 Mei 2026 -
Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook Rp2,1 Triliun
Rabu, 13 Mei 2026 -
Eva Dwiana Perintahkan Pendataan Pendatang dan Sidak Tempat Hiburan di Bandar Lampung
Rabu, 13 Mei 2026
Kupastuntas.co,
Bandar Lampung-Bukit
Perahu di Kelurahan Sidodi, Kecamatan Kedaton menjadi salah satu destinasi
wisata alternatif di Kota Bandar Lampung. Menariknya, untuk masuk pengunjung
cukup bayar pakai sampah plastik.
Warga Kelurahan Sidodi, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung mampu berinovasi mengubah Bukit Perahu menjadi tempat wisata yang menarik untuk bisa berswafoto serta menikmati keindahan Kota Bandar Lampung dari atas bukit.
Warga yang bergabung dalam wadah Anak Sidodadi (Asido), secara bergotong royong membangun destinasi wisata Bukit Perahu menjadi destinasi wisata alam yang ramah lingkungan dengan bernuansa go green dan edukatif.
Uniknya, untuk bisa menikamati keindahan alam Bukit Perahu, pengunjung tidak perlu membayar pakai uang tetapi cukup membawa sampah plastik sebagai tiket masuk untuk bisa menikmati pemandangan serta spot-spot foto yang tersedia.
Kordinator Asido, Tadeus Sinto mengatakan, destinasi wisata Bukit Perahu sangat direkomendasikan bagi masyarakat yang ingin menikmati liburan di akhir pekan bersama keluarga serta teman-teman. Ditambah, nuansa alam yang dapat dicengkrama di wisata ini menjadi bonus tersendiri dalam menikmati keindahan Kota Tapis Berseri.
"Jadi cara masuk pengunjung nantinya hanya dengan tiket sampah, jadi cukup sampah botol plastik dan tanpa bayar. Di dalam ada budidaya lebah langsep, ada taman baca dan area untuk berswafoto,” kata Sinto, Minggu (8/12/2019).
Sinto mengungkapkan, pengunjung juga dapat menikmati wisata edukatif. Yakni warga bisa menikmati taman baca serta melihat lokasi budidaya lebah madu.
"Bukit ini kita jadikan tempat wisata agar tak ada lagi bukit-bukit yang longsor, jadi ini bisa menjadi tempat wisata edukasi dan juga pelatihan. Ini calonnya untuk edukasi dan pelatihan. Kami juga ingin bagaimana masyarakat memiliki kesadaran terkait bahayanya sampah plastik," ungkapnya.
Sinto menerangkan, tempat wisata ini ditargetkan pada Januari akan rampung dan diresmikan. Dalam waktu dua bulan ini, pihaknya bersama warga terus berusaha mempercepat pengerjaan secara sukarela. (*)
- Penulis :
- Editor :
Berita Lainnya
-
Rabu, 13 Mei 2026Kuasa Hukum Bantah Arinal Terlibat Korupsi Dana PI 10 Persen: Sepeser Pun Tidak Pernah Menerima Uang
-
Rabu, 13 Mei 2026Kuasa Hukum Sebut Kasus Dana PI 10 Persen Janggal, Ana Sofa Yuking: Kerugian Negara Saja Tidak Ada
-
Rabu, 13 Mei 2026Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook Rp2,1 Triliun
-
Rabu, 13 Mei 2026Eva Dwiana Perintahkan Pendataan Pendatang dan Sidak Tempat Hiburan di Bandar Lampung








